Padang Perkuat Langkah Menuju City of Gastronomy UNESCO

Pariwisata17 Dilihat

Padang, RANAHNEWS.com — Pemerintah Kota Padang mendapat dukungan Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia Teuku Riefky Harsya untuk mengusulkan Padang sebagai City of Gastronomy dalam UNESCO Creative Cities Network (UCCN).

Dukungan tersebut disampaikan Teuku Riefky saat membuka kegiatan Talk on Taste di Mini Stage Kawasan Kota Tua, Minggu (9/8/2026). Kegiatan ini merupakan salah satu agenda utama rangkaian peringatan Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357.

Teuku Riefky menilai gastronomi dapat menjadi lokomotif pengembangan ekonomi kreatif di Kota Padang. Jika berhasil masuk UCCN, Padang akan menjadi kota gastronomi pertama dari Indonesia.

Menurutnya, pengembangan gastronomi tidak dapat berdiri sendiri karena berkaitan dengan berbagai subsektor ekonomi kreatif yang perlu diperkuat dalam satu ekosistem.

“Gastronomi bukan hanya berbicara tentang makanan, tetapi juga tentang cerita, budaya, desain, musik, seni pertunjukan. Hal ini harus diperkuat baik dari segi anggaran maupun kebijakan untuk mendukung terwujudnya Gastronomy City,” kata Teuku Riefky.

Ia menegaskan, upaya Padang menuju City of Gastronomy bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah kota dan masyarakat. Pemerintah Indonesia, termasuk Kementerian Ekonomi Kreatif, juga memiliki peran dalam perjuangan tersebut.

“Perjuangan tersebut bukan hanya menjadi tanggung jawab Wali Kota dan masyarakat Padang, tetapi juga menjadi perjuangan bersama Pemerintah Indonesia, termasuk Kementerian Ekonomi Kreatif,” ujarnya.

Wali Kota Padang Fadly Amran menyambut dukungan tersebut dan menyatakan kesiapan Pemerintah Kota Padang menerima berbagai masukan serta melakukan pembenahan agar memenuhi persyaratan masuk UCCN.

Fadly mengatakan pembenahan dilakukan pada berbagai aspek, mulai dari kawasan Kota Tua, restoran, rating, sertifikasi, kebersihan dapur dan toilet, pelayanan, hingga infrastruktur.

“Kita akan terus melakukan pembenahan, baik kawasan Kota Tua, restoran, rating, sertifikasi, kebersihan dapur, kebersihan toilet, pelayanan, maupun infrastruktur. Kita ingin setiap tamu yang datang mendapatkan pengalaman kuliner yang baik, nyaman, bersih, serta didukung pelayanan dan infrastruktur yang baik,” kata Fadly.

Menurut Fadly, upaya tersebut penting seiring meningkatnya kunjungan wisatawan ke Kota Padang. Jumlah kunjungan tercatat sekitar 4,3 juta pada 2024 dan meningkat menjadi 5,5 juta kunjungan pada 2025.

Ia berharap peningkatan tersebut dapat diperkuat melalui rekognisi internasional yang diiringi pembenahan berbagai aspek pendukung pariwisata dan gastronomi.

Talk on Taste menghadirkan diskusi bersama sejumlah pelaku dan ahli kuliner, di antaranya pakar kuliner William Wongso, juru masak utama Lord Ardi, serta Dewan Kuliner Indonesia Roby Bagindo, Gupta Sitorus, dan Ray Janson.

Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan masak besar nasi goreng rendang sebanyak 1.000 porsi. Setiap porsi dijual seharga Rp357 untuk penggalangan dana bagi korban banjir 3 Agustus lalu.

Sejumlah pejabat turut menghadiri kegiatan tersebut, di antaranya Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir, Sekretaris Daerah Kota Padang Raju Minropa, Ketua Dekranasda Kota Padang Ny. Dian Fadly Amran, Wakil Ketua Dekranasda Kota Padang Ny. Sri Hayati Maigus Nasir, Ketua DWP Padang Ny. Nova Raju Minropa, serta pimpinan OPD di lingkungan Pemerintah Kota Padang. (rn/*/pzv)

Komentar