Fadly Amran Teken Deklarasi Anti Narkoba dan LGBT di Padang

News20 Dilihat

Padang, RANAHNEWS.com — Komitmen bersama memerangi penyalahgunaan narkoba, LGBT, tawuran, pergaulan bebas, dan berbagai bentuk penyimpangan sosial ditegaskan melalui Deklarasi Anti Narkoba dan LGBT yang digelar di kawasan Car Free Day depan Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Sumatera Barat, Minggu (21/6/2026) pagi. Deklarasi tersebut ditandai dengan penandatanganan kain putih sepanjang satu kilometer oleh unsur pemerintah, aparat, tokoh masyarakat, dan ribuan warga.

Wali Kota Padang Fadly Amran bersama Wakil Wali Kota Maigus Nasir turut menghadiri sekaligus menandatangani deklarasi tersebut. Hadir pula Sekretaris Daerah Provinsi Sumbar Arry Yuswandi mewakili Gubernur Sumbar, Kapolda Sumbar Irjen Pol Gatot Tri Suryanta, Danrem 032/Wirabraja Brigjen TNI Aji Mimbarno, Kepala BNNP Sumbar Toton Rasyid, Ketua LKAAM Sumbar Fauzi Bahar Datuak Sati, jajaran Forkopimda, kepala OPD Pemprov Sumbar dan Pemko Padang, tokoh adat, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, serta masyarakat.

Fadly Amran mengapresiasi Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumbar bersama Forkopimda Sumbar yang menggagas deklarasi tersebut sebagai langkah nyata melindungi generasi muda Minangkabau.

“Pemko Padang mengapresiasi deklarasi ini sebagai wujud komitmen bersama menolak berbagai bentuk penyimpangan. Kota Padang dan Sumatera Barat harus menjadi daerah yang diberkahi dengan berlandaskan nilai agama dan budaya sesuai falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah,” kata Fadly.

Ia menegaskan Pemerintah Kota Padang terus memperkuat upaya pencegahan berbagai perilaku negatif melalui Program Unggulan Smart Surau dan Program Sinergi Nagari yang diperkuat dengan peran Dubalang Kota.

Menurut Fadly, pemerintah juga menyiapkan penguatan regulasi melalui sinergi Peraturan Daerah tentang Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat dengan Perda Penguatan Nagari di Dalam Kota. Langkah itu diharapkan memperkuat peran hukum adat dalam pembinaan serta pemberian sanksi sosial terhadap berbagai perilaku menyimpang.

Ia juga mengajak seluruh orang tua menjadikan keluarga sebagai benteng utama pembentukan karakter anak. “Keluarga adalah garda terdepan dalam membentuk karakter anak. Mari bersama-sama kita dukung program Smart Surau, Sinergi Nagari, dan berbagai program lainnya untuk memperkuat ketahanan keluarga dan generasi muda,” ujarnya.

Kapolda Sumbar Irjen Pol Gatot Tri Suryanta mengatakan deklarasi tersebut merupakan komitmen bersama untuk melindungi generasi muda Sumatera Barat dari bahaya narkoba dan LGBT. Ia juga mendorong pembentukan Kampung Bebas Narkoba serta pemberian penghargaan kepada generasi muda yang aktif dalam pembinaan karakter.

“Pencegahan harus dimulai dari keluarga, lingkungan, sekolah, hingga tempat ibadah. Mari kita pastikan tidak ada lagi anak-anak kita yang menjadi korban narkoba, dan seluruh program yang telah dicanangkan dapat dijalankan secara konsisten,” katanya.

Sementara itu, Kepala BNNP Sumbar Toton Rasyid menyampaikan pencegahan merupakan strategi paling efektif memutus mata rantai penyalahgunaan narkoba. Berdasarkan survei prevalensi tahun 2019, sekitar 65 ribu warga Sumbar pernah menyalahgunakan narkotika, sedangkan kapasitas rehabilitasi masih terbatas sehingga diperlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat untuk mencegah munculnya pengguna baru.

Ketua LKAAM Sumbar Fauzi Bahar Datuak Sati mengajak seluruh pemerintah daerah di Sumatera Barat mengalokasikan anggaran khusus untuk mendukung upaya pencegahan narkoba dan pembinaan generasi muda sebagai tanggung jawab bersama. (rn/*/pzv)

Komentar