Terengganu Siapkan Olimpiade Internasional dan Workshop Pariwisata Berkelanjutan

Pendidikan19 Dilihat

Terengganu, RANAHNEWS.com — Pemerintah Terengganu, Malaysia, menargetkan partisipasi luas dari negara-negara ASEAN dan Asia Pasifik dalam Kejuaraan Olimpiade Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) dan Workshop Pariwisata Berkelanjutan Asia Tenggara dan Asia Pasifik 2026 yang akan digelar pada Oktober mendatang.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap program Visit Malaysia Year 2026 sekaligus upaya memperkuat sektor edu-pariwisata di kawasan ASEAN dan Asia Pasifik.

Selain agenda utama itu, panitia juga akan menggelar Young IMT-GT Islamic Scholar Summit pada 2–6 Agustus 2026 di Fakultas Pengajian dan Pendidikan Islam serta Sains Sosial (FPEPS) Universiti Malaysia Terengganu (UMT). Kegiatan tersebut akan diikuti sekitar 100 siswa kelas 6 dan mahasiswa dari Indonesia, Malaysia, dan Thailand melalui kerja sama dengan Institut Agama Islam Makassar, Indonesia.

Persiapan pelaksanaan kegiatan terus dimatangkan melalui berbagai rapat koordinasi. Rapat persiapan terakhir dipimpin Wakil Direktur Pendidikan Terengganu, Haji Nazli Muda, dan dihadiri Dato Indera Wan Ahmad Samir Wan Mohd Noor selaku Focal Person Provinsi Terengganu, Ketua Hubungan Putri Islam Terengganu, serta Ketua Panitia Homestay Teluk Ketapang, Asmi bin Abdul Aziz.

Berdasarkan informasi resmi dari Terengganu, Kejuaraan Olimpiade Asia Tenggara dan Lokakarya Pariwisata Berkelanjutan untuk siswa SD dan SMP akan berlangsung pada 17–20 Agustus 2026 di Universiti Sultan Zainal Abidin (UniSZA). Kegiatan tersebut diperkirakan diikuti sekitar 450 peserta yang terdiri atas kepala sekolah, guru, dan siswa.

Sementara itu, Kejuaraan Olimpiade Asia Pasifik dan Lokakarya Pariwisata Berkelanjutan bagi pelajar setingkat SMA dijadwalkan berlangsung pada 7–10 September 2026 di Universiti Malaysia Terengganu (UMT). Sebanyak 500 peserta dari lima negara ASEAN dan 10 negara Asia Pasifik diperkirakan hadir.

Peserta berasal dari berbagai negara, antara lain Indonesia, Korea Selatan, Jepang, Tiongkok, Taiwan, Nepal, Pakistan, India, Sri Lanka, Maladewa, Bangladesh, Singapura, Brunei Darussalam, Kamboja, dan Thailand Selatan.

Haji Nazli Muda menyampaikan apresiasi kepada Pacific Asia Travel Association (PATA) Cabang Malaysia yang telah membantu menyampaikan undangan kepada 15 negara Asia Pasifik.

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada sejumlah lembaga pendukung, di antaranya REAL EDU Indonesia Consultants, Education Malaysia Global Services (EMGS), UniSZA Basic Science Center, UMT Basic Science Center, UMT FPEPS, Hulu Polytechnic Terengganu, Malaysia Productivity Corporation (MPC) Terengganu, Tourism Malaysia Wilayah Timur, Tourism Terengganu, MOTAC Terengganu, dan TKHA atas dukungan terhadap pengembangan program edu-pariwisata di Terengganu.

Presiden Asosiasi Homestay Telok Ketapang Terengganu, Cik Azmi bin Abdul Aziz, mengatakan program tersebut merupakan implementasi hasil pertemuan khusus antara pengurus Pacific Asia Travel Association (PATA) dan Asosiasi Koperasi Homestay Telok Ketapang Terengganu Berhad yang berlangsung di Gedung MaTiC Tourism Malaysia Central Region, Jalan Ampang, Kuala Lumpur, pekan lalu.

“Program edu-pariwisata ini melibatkan berbagai lembaga, antara lain Education Malaysia Global Services, Dinas Pendidikan Negeri Terengganu, Dinas Pendidikan Agama Islam Negeri Terengganu, Tourism Malaysia Wilayah Timur, serta komunitas homestay setempat,” kata Azmi. (rn/*/pzv)

Komentar