Supri Ardi Ajarkan AI untuk Pengembangan UMKM Sumbar

Ekonomi2 Dilihat

Padang, RANAHNEWS.com — UMKM Sumbar mulai diarahkan memasuki era digital melalui pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam bisnis. Sebanyak 70 pelaku UMKM dari Kabupaten Solok mengikuti pelatihan literasi AI yang digelar Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sumatera Barat di Hotel Axana Padang, Minggu (23-24/5/2026).

Kegiatan bertajuk “Pemberdayaan Usaha Kecil yang Dilakukan Melalui Pendataan, Kemitraan, Kemudahan Perizinan, Penguatan Kelembagaan dan Koordinasi dengan Pemangku Kepentingan pada DPA-APBD Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sumatera Barat Tahun Anggaran 2026 Bidang Pemberdayaan Usaha Kecil” itu menghadirkan penggiat media sosial berbasis Artificial Intelligence (AI) asal Sumatera Barat, Supri Ardi, S.Kom., M.I.Kom., sebagai narasumber utama.

Dalam pemaparannya bertema “Literasi AI untuk Pengembangan UMKM di Era Digital”, Supri menekankan bahwa persaingan usaha saat ini tidak lagi ditentukan besarnya modal, melainkan kemampuan beradaptasi terhadap teknologi.

“Hari ini persaingan UMKM bukan lagi soal siapa yang punya modal paling besar, tetapi siapa yang paling cepat beradaptasi dengan teknologi,” ujar Supri Ardi.

Ia menjelaskan, perubahan pola konsumsi masyarakat membuat media sosial, marketplace, video pendek, hingga teknologi AI menjadi bagian penting dalam pemasaran produk. Menurutnya, produk rumahan kini memiliki peluang menjangkau pasar nasional bahkan internasional hanya melalui telepon genggam.

Supri menyebut masih banyak pelaku UMKM yang kesulitan membuat desain promosi, menulis caption pemasaran, mengambil foto produk, hingga memahami strategi digital. Padahal, banyak pekerjaan tersebut kini dapat dibantu teknologi AI dalam waktu singkat.

“AI bukan menggantikan manusia, tetapi membantu manusia bekerja lebih cerdas,” katanya.

Dalam pelatihan itu, peserta diperkenalkan penggunaan AI untuk membuat desain promosi otomatis, copywriting pemasaran, edit foto dan video produk, hingga analisis tren pasar. AI juga disebut dapat membantu pelayanan pelanggan selama 24 jam melalui sistem otomatis.

Supri mencontohkan, foto produk sederhana kini dapat diubah menjadi tampilan profesional dengan bantuan aplikasi berbasis AI. Menurutnya, teknologi tersebut tidak lagi terbatas bagi perusahaan besar, tetapi sudah dapat dimanfaatkan pelaku usaha kecil.

“Kalau dulu kita harus bayar mahal untuk desain promosi, sekarang banyak yang bisa dibantu AI,” ujarnya.

Ia juga menegaskan tantangan terbesar UMKM saat ini bukan semata persoalan modal, melainkan keberanian untuk belajar dan mengikuti perkembangan zaman.

“Kita percaya masa depan UMKM Sumatera Barat tidak ditentukan oleh siapa yang paling besar hari ini, tetapi oleh siapa yang paling cepat belajar, beradaptasi, dan berani berubah,” kata Supri.

Menurutnya, banyak produk lokal Sumatera Barat sebenarnya memiliki kualitas baik, mulai dari kuliner, kerajinan tangan, fesyen, hingga hasil pertanian. Namun, produk tersebut kerap kalah bersaing akibat lemahnya promosi dan branding di era digital.

Ia menambahkan, pelaku UMKM yang tidak hadir di media sosial berpotensi kehilangan pasar di tengah perubahan perilaku konsumen.

“Kalau usaha kita tidak muncul di media sosial, maka kita sedang membiarkan orang lain mengambil pasar kita,” ujarnya.

Selama kegiatan berlangsung, peserta tampak aktif bertanya mengenai penggunaan AI dalam aktivitas bisnis sehari-hari. Sebagian peserta juga langsung mencoba membuat desain promosi dan caption otomatis menggunakan teknologi AI yang diperkenalkan dalam pelatihan.

Salah seorang peserta, Reni, mengaku terbantu dengan materi yang disampaikan. Ia mengatakan selama ini kesulitan membuat promosi menarik untuk produk usahanya.

“Sekarang kami sudah bisa membuat foto, flyer, dan caption menarik hanya dalam hitungan menit,” katanya.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sumatera Barat dalam mendorong transformasi digital pelaku usaha kecil agar mampu menghadapi perkembangan ekonomi berbasis teknologi. (rn/*/pzv)

Komentar