Pacu Kuda Wirabraja Dorong Pemulihan Ekonomi UMKM Tanah Datar

News21 Dilihat

Tanah Datar, RANAHNEWS.com — Pemerintah Kabupaten Tanah Datar memanfaatkan alek anak nagari Pacu Kuda Wirabraja Open Race dan Tradisional sebagai instrumen strategis penggerak ekonomi masyarakat, terutama sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Event yang digelar selama dua hari, 8–9 Februari 2026, di Gelanggang Pacu Kuda Dang Tuanku Bukit Gombak, Batusangkar, itu menunjukkan dampak langsung terhadap peningkatan aktivitas ekonomi warga.

Selain menjadi ajang pelestarian tradisi, pacu kuda tersebut menghadirkan perputaran ekonomi yang melibatkan pelaku UMKM lokal hingga pedagang dari luar daerah, seperti Kota Padang, Bukittinggi, serta sejumlah kabupaten dan kota lainnya. Ramainya pengunjung membuka ruang transaksi yang luas selama pelaksanaan kegiatan.

Salah satu pelaku UMKM, Fauziah Khairunnisa asal Nagari Tanjung Barulak, Kecamatan Tanjung Emas, memanfaatkan momentum ini dengan membuka stan minuman berbahan dasar lidah buaya di area gelanggang pacu kuda. Kegiatan tersebut menjadi pengalaman pertamanya berjualan langsung di event berskala besar.

“Event seperti ini sangat bagus dan sangat membantu kami. Dengan adanya kegiatan ini, kami bisa berjualan di sini untuk meningkatkan perekonomian,” ujar Fauziah.

Dampak serupa dirasakan Tiara, warga Jorong Kubang Landai, Nagari Saruaso, yang sehari-hari berjualan sate. Selama pacu kuda berlangsung, omzet penjualannya meningkat dibandingkan hari biasa.

“Alhamdulillah dengan adanya pacu kuda ini jual beli lumayan lebih banyak dari biasanya. Kami berharap pacu kuda seperti ini bisa dilaksanakan dua kali dalam setahun,” katanya.

Pedagang dari luar daerah juga turut merasakan manfaat ekonomi. Fajar, penjual sate asal Kota Padang, mengatakan dirinya telah terbiasa mengikuti berbagai event besar di sejumlah daerah, termasuk di luar provinsi.

“Kami memang sering pergi berjualan ke event-event seperti ini, bahkan sampai ke Kuansing. Ke acara wisuda, Tabuik di Pariaman, dan lainnya,” kata Fajar.

Ia menjelaskan, para pedagang biasanya berangkat secara berkelompok untuk menekan biaya operasional. “Kalau pergi berjualan seperti ini kami tidak sendiri, ada beberapa teman seprofesi. Kami sewa mobil bersama dan patungan biaya BBM. Untuk ke sini kemarin kami bayar Rp50 ribu per orang,” terangnya.

Bupati Tanah Datar Eka Putra menilai keberhasilan pelaksanaan pacu kuda tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, mulai dari pemilik kuda hingga panitia pelaksana. Namun, menurutnya, manfaat utama kegiatan tersebut terletak pada dampak ekonominya bagi masyarakat.

“Alhamdulillah dengan adanya event pacu kuda ini UMKM kita terbantu, dan transaksi mereka juga meningkat. Otomatis dengan begitu ekonomi masyarakat kita juga akan membaik, terutama pasca bencana yang terjadi beberapa bulan yang lalu,” ujarnya.

Membludaknya pengunjung yang menyaksikan pacu kuda juga memberikan keuntungan ekonomi bagi pemilik tribun penonton. Dengan tarif Rp15 ribu per orang, pemilik tribun memperoleh pendapatan selama dua hari pelaksanaan kegiatan.

Dampak ekonomi turut dirasakan penjual karcis, pemilik lahan parkir, dan petugas parkir. Tingginya volume pengunjung menjadikan pacu kuda Wirabraja sebagai ruang ekonomi yang melibatkan banyak lapisan masyarakat di sekitar lokasi kegiatan. (rn/*/pzv)

Komentar