Kabupaten Solok, RANAHNEWS — Bencana banjir bandang dan longsor yang melanda sejumlah nagari di Kabupaten Solok memunculkan gerakan solidaritas dari berbagai pihak. Fraksi NasDem DPRD Kabupaten Solok bersama pengurus DPD NasDem turun langsung meninjau tiga wilayah terdampak pada Sabtu, 29 November 2025, untuk memastikan kondisi warga serta kebutuhan mendesak di lapangan.
Rombongan dipimpin Ketua DPD NasDem Kabupaten Solok, H. Armen Plani, yang menegaskan bahwa kehadiran mereka merupakan bentuk kepedulian kemanusiaan, bukan agenda politik.
“Ini duka kita bersama. Kami hadir bukan sebagai partai, tetapi sebagai sesama warga yang ingin membantu meringankan beban masyarakat,” ujar H. Armen Plani saat bertemu para pengungsi.
Dari kunjungan tersebut, Nagari Muaro Pinggai tercatat sebagai wilayah dengan kerusakan paling parah. Berdasarkan pendataan tim Fraksi NasDem, sebanyak 521 kepala keluarga atau 2.043 jiwa mengungsi. Sementara itu, terdapat 165 rumah terendam, 97 rusak berat, 53 rusak sedang, 49 rusak ringan, dan 15 rumah hanyut.
Kerusakan infrastruktur juga meliputi dua jembatan, lima titik jalan usaha tani, serta sekitar 90 hektare sawah. Fasilitas publik pun terdampak, termasuk satu bangunan SD yang hanyut, satu poskesri rusak berat, tiga rumah ibadah rusak, serta irigasi, kios, dan sejumlah perkantoran yang mengalami kerusakan signifikan. Laporan tambahan dari masyarakat di Nagari Paninggahan terus masuk, menandakan skala kerusakan yang masih berkembang.
Melihat langsung besarnya dampak bencana, Armen Plani menyampaikan keprihatinan mendalam dan meminta percepatan upaya pemulihan.
“Kami mendengar sendiri keluhan warga. Rumah hilang, sawah rusak, akses jalan putus. Kita harus memastikan pemerintah daerah dan seluruh pihak bergerak cepat dalam pemulihan,” ucapnya.
Di Nagari Saning Baka dan Paninggahan, rombongan NasDem meninjau distribusi logistik yang mencakup makanan siap santap, air bersih, perlengkapan tidur, dan layanan kesehatan dasar. Mereka juga berdialog dengan pemerintah nagari, relawan, dan warga untuk memetakan kebutuhan mendesak, termasuk tenda tambahan, lampu penerangan, dan perbaikan akses air bersih yang terputus akibat pipa hanyut dan longsor.
Anggota DPRD Kabupaten Solok dari Fraksi NasDem, M. Hidayat, menegaskan bahwa kehadiran mereka bertujuan memperkuat gerakan sosial dan kebersamaan agar penanganan bencana berjalan lebih efektif.
“Bencana sebesar ini tidak bisa ditangani satu pihak. Pemerintah, relawan, organisasi sosial, komunitas dan masyarakat semua harus bersatu. Kita lakukan yang bisa kita lakukan hari ini demi keselamatan dan ketenangan warga,” katanya.
Ia menambahkan bahwa data kerusakan yang dihimpun di lapangan diharapkan dapat membantu pemerintah daerah mempercepat penyaluran bantuan dan merumuskan rencana pemulihan jangka panjang. Di setiap lokasi, warga tampak lega mendapatkan ruang untuk menyampaikan kebutuhan mereka, seraya berharap perhatian yang diberikan dapat mendorong percepatan penanganan pascabencana. (E_J)










Komentar