Maigus Nasir Pimpin Langkah Nyata Padang Hadapi Potensi Gempa dan Tsunami

Nasional298 Dilihat

Padang, RANAHNEWS — Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir menegaskan komitmen pemerintah kota dalam memperkuat kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi bencana, terutama gempa dan tsunami yang mengintai wilayah pesisir. Penegasan itu disampaikan usai menghadiri Apel Kesiapan Tanggap Darurat Bencana Tahun 2025 di Lapangan Imam Bonjol, Selasa (4/11/2025).

Apel yang digelar Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Barat tersebut diikuti ribuan personel lintas unsur, mulai dari TNI-Polri, Basarnas, BPBD, Dinas Perhubungan, Pemadam Kebakaran, hingga ASN Pemerintah Kota Padang. Kegiatan ini dipimpin langsung Kapolda Sumbar Irjen Pol Gatot Tri Suryanta dan turut dihadiri unsur Forkopimda Sumbar dan Kota Padang serta para pemangku kepentingan kebencanaan.

Dalam apel itu, Maigus menyampaikan langkah konkret Pemko Padang dalam meningkatkan kesiapan warga menghadapi ancaman bencana. Salah satunya melalui pelaksanaan Tsunami Drill terbesar di Indonesia yang akan digelar Rabu (5/11/2025).

“Simulasi ini melibatkan sekitar 200 ribu warga di 55 kelurahan dan 8 kecamatan pesisir Padang. Kegiatan akan dimulai pukul 10.00–11.00 WIB. Saat sirene berbunyi, warga di zona merah tsunami akan bergerak menuju Tempat Evakuasi Sementara (TES) yang telah disiapkan,” jelas Maigus Nasir.

Ia mengingatkan warga untuk mengikuti simulasi secara tertib tanpa panik. “Evakuasi dilakukan dengan berjalan cepat tanpa berlarian atau menggunakan kendaraan. Kita tentu berharap Padang selalu dijauhkan dari bencana, tetapi latihan ini penting agar masyarakat tahu langkah yang harus diambil dalam kondisi darurat,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolda Sumbar Irjen Pol Gatot Tri Suryanta menegaskan bahwa Sumatera Barat merupakan wilayah dengan potensi bencana tinggi, sehingga kesiapsiagaan seluruh unsur menjadi hal yang mutlak. Ia menyoroti ancaman gempa bumi, tsunami, banjir, longsor, dan kebakaran yang harus diantisipasi sejak dini melalui edukasi, simulasi, dan pembangunan infrastruktur mitigasi.

“Kita tak pernah tahu kapan bencana terjadi. Karena itu kesiapan personel, sarana prasarana, dan logistik harus optimal. Penanganan bencana tidak bergantung pada kekuatan individu, tetapi sinergi semua pihak sesuai tugas dan fungsinya,” tegas Irjen Pol Gatot Tri Suryanta.

Kepala BPBD Sumbar, Era Sukma Munaf, menambahkan bahwa posisi Sumatera Barat di pertemuan lempeng tektonik dunia menjadikannya sebagai “etalase bencana”. Ia mengapresiasi langkah pemerintah kabupaten/kota, termasuk Kota Padang, yang konsisten memperkuat upaya mitigasi melalui edukasi kebencanaan, pemasangan rambu evakuasi, pembangunan shelter tsunami, dan latihan berkala.

“Kita berterima kasih kepada seluruh daerah yang terus menempatkan mitigasi sebagai prioritas utama penyelamatan warga,” ujar Era Sukma Munaf. (rn/*/pzv)

Komentar