Kabupaten Solok, RANAHNEWS – Kekhawatiran masyarakat terhadap maraknya perilaku menyimpang di kalangan remaja mendorong Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Solok menggelar seminar dan sosialisasi pencegahan LGBT serta seks bebas bagi siswa sekolah menengah pertama. Kegiatan ini dilangsungkan di Ruang Solok Nan Indah Arosuka, Rabu (16/7/2025), dan diikuti oleh ratusan siswa dari 20 SMP negeri di tiga kecamatan.
Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Solok, Ny. Nia Jon Firman Pandu, yang turut hadir dan memberikan arahan, menegaskan pentingnya menjaga generasi muda dari pengaruh buruk pergaulan yang menyimpang. Ia mengajak para siswa untuk menjauhi perilaku yang tidak sejalan dengan nilai moral dan agama.
“Jika diajak melakukan hal menyimpang seperti tawuran, narkoba, balapan liar, atau LGBT, tolak dengan tegas. Ingat perjuangan orang tua kalian. Kalian adalah generasi emas, masa depan bangsa. Jangan sia-siakan,” ucap Ny. Nia dengan penuh semangat.
Ketua GOW Kabupaten Solok, Ny. Lian Octavia Candra, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab bersama untuk menyelamatkan anak-anak bangsa dari bahaya moral.
“Ini bukan kebencian atau penghakiman. Ini bentuk kasih sayang kami sebagai orang tua dan perempuan terhadap generasi penerus agar tidak terseret arus yang salah,” ungkap Lian.
Ketua pelaksana sekaligus Ketua Bidang Sosial Budaya, Kesehatan, Agama, dan Lingkungan Hidup GOW Kabupaten Solok, Sutri Haryani, mengatakan bahwa kegiatan ini lahir dari keresahan masyarakat terhadap meningkatnya kasus LGBT dan seks bebas di kalangan remaja.
“Generasi muda adalah harapan masa depan. Mereka harus dibekali pemahaman agar bisa menjaga diri dan tahu mana yang benar dan salah,” ujar Sutri.
Sebanyak 200 siswa dari tujuh SMP negeri di Kecamatan Gunung Talang, sembilan SMP di Kecamatan Kubung, dan empat SMP di Kecamatan Bukit Sundi, hadir dalam kegiatan ini. Mereka didampingi oleh 20 guru Bimbingan dan Penyuluhan (BP).
Seminar ini menghadirkan narasumber Dede Bafaqih, seorang konsultan hukum dan SDM dari Yayasan Waqaf Bunda Sa’adiah Solok. Dalam penyampaian materinya, ia menekankan pentingnya peran keluarga, guru, dan masyarakat dalam membentuk karakter generasi muda serta mencegah mereka dari penyimpangan perilaku.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Zulhendri, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Zainal Jusmar, dan Kepala DPPKBP3A Maryeti Marwazi turut hadir memberikan dukungan terhadap kegiatan ini.
Ketua TP PKK Kabupaten Solok juga mengajak para siswa untuk tidak takut mencari bantuan jika mengalami masalah atau tekanan.
“Bicaralah dengan guru, orang tua, atau konselor sekolah. Jangan dipendam sendiri. Kita semua ada untuk mendampingi,” tutupnya. (E_J)
















Komentar