Wabup Candra Pimpin Gerakan Pemulihan Pascabencana di Kabupaten Solok

News136 Dilihat

Kabupaten Solok, RANAHNEWS — Upaya pemulihan pascabencana di Kabupaten Solok kembali dipercepat melalui apel penanganan darurat yang dipimpin Wakil Bupati Solok, H. Candra, di halaman Posko Utama Pusdalops Koto Baru, Senin (1/12/2025). Apel ini menjadi penegasan komitmen pemerintah daerah untuk bergerak serentak menangani puluhan titik terdampak banjir dan longsor di sejumlah kecamatan.

Apel diikuti jajaran Forkopimda, termasuk Kapolres Arosuka, Kapolresta Solok, Dandim 0309 Solok, Ketua DPRD Kabupaten Solok, Sekretaris Daerah, pimpinan OPD, ASN Pemkab Solok, dan personel gabungan yang akan diterjunkan ke lapangan.

Dalam amanatnya, Wabup Candra menekankan bahwa pemulihan pascabencana hanya dapat dicapai dengan kerja terkoordinasi, respons cepat, dan langkah yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

“Penanganan pascabencana membutuhkan kebersamaan dan semangat gotong royong. Pemerintah Kabupaten Solok bersama seluruh unsur terkait berkomitmen hadir untuk masyarakat hingga kondisi kembali pulih,” ujar Candra.

Wabup menyampaikan bahwa seluruh personel, peralatan, dan armada pendukung telah siap dikerahkan, termasuk untuk membuka akses jalan, membersihkan material longsor, menormalkan kembali aliran sungai, serta menyalurkan kebutuhan dasar seperti air bersih dan logistik.

Usai apel, Wabup Candra bersama Kapolres Arosuka, Kapolresta Solok, Dandim 0309 Solok, Ketua DPRD Kabupaten Solok, dan Sekda langsung turun melakukan gotong royong di SMA Negeri 1 Kubung yang terdampak endapan lumpur akibat luapan air sungai. Pembersihan dilakukan secara manual dan menggunakan mesin ringan guna mempercepat pemulihan aktivitas belajar.

Rombongan kemudian bergerak ke Nagari Muaro Pingai, salah satu lokasi terparah dengan kerusakan berat pada akses jalan, permukiman, dan aliran sungai. Wabup Candra, didampingi Kadis PUPR dan Camat Junjung Sirih, mengarahkan pengerahan alat berat untuk membuka kembali jalur sungai yang tersumbat material kayu dan lumpur. Personel TNI-Polri, BPBD, dan masyarakat setempat bergotong royong mengangkut material untuk memastikan aliran air normal kembali.

“Pembenahan aliran sungai di Muaro Pingai menjadi prioritas agar tidak terjadi banjir lanjutan. Kita kerahkan alat berat semaksimal mungkin, dibantu gotong royong masyarakat,” tegas Wabup.

Pada hari yang sama, seluruh personel yang dilepas melalui apel disebar ke titik-titik prioritas, termasuk Nagari Lolo, Jorong Koto Nagari Aia Dingin, Jorong Taluak Kinari Nagari Simpang Tanjung Nan Ampek, Batu Palano, Sawah Suduik Nagari Selayo, Pasar Selayo, Kantor Wali Nagari Salayo, SMAN 1 Kubung, Nagari Saniang Baka, Jorong Padang Balimbiang dan Ujung Ladang di Nagari Koto Sani, serta jalur provinsi di sepanjang Nagari Muaro Pingai.

Pembersihan difokuskan pada pembukaan akses jalan, evakuasi material longsor, normalisasi sungai, serta penataan kawasan permukiman. Pemkab Solok juga mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi hujan lebat dan kemungkinan bencana susulan. Warga diminta segera melapor kepada pemerintah nagari atau BPBD bila menemukan kondisi yang berpotensi membahayakan.

Kegiatan gotong royong massal ini akan dilanjutkan hingga seluruh titik terdampak tertangani secara optimal sebagai bagian dari percepatan pemulihan Kabupaten Solok. (E_J)

Komentar