Sosialisasi Geothermal Solok Berlangsung Dinamis di Batu Bajanjang

News205 Dilihat

Kabupaten Solok, RANAHNEWS — Upaya Pemerintah Kabupaten Solok memperluas pemahaman publik mengenai pemanfaatan energi panas bumi berlanjut melalui kegiatan Sosialisasi Geothermal bersama masyarakat Nagari Batu Bajanjang, Kecamatan Lembang Jaya, Kamis (13/11/2025). Acara yang digelar di Masjid Nurul Islam itu menjadi ruang dialog penting antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat terkait rencana pemanfaatan geothermal di wilayah tersebut.

Kegiatan ini dihadiri Bupati Solok Jon Firman Pandu, jajaran Forkopimda, Anggota DPRD Kabupaten Solok, Asisten II Setda, Direktur perusahaan geothermal, para kepala OPD, camat, walinagari, serta tokoh masyarakat. Hadir pula Tenaga Ahli Gubernur Sumatera Barat, Yulnofrins Napilus, yang memberikan pemaparan teknis mengenai potensi, manfaat, dampak, serta langkah mitigasi pemanfaatan panas bumi.

Sebelumnya, masyarakat Nagari Batu Bajanjang sempat menyampaikan penolakan terhadap rencana pemanfaatan geothermal. Namun, setelah dilakukan dialog berkelanjutan, masyarakat menyetujui digelarnya sosialisasi untuk memahami lebih dalam manfaat dan risikonya sebelum keputusan bersama ditetapkan.

Dalam arahannya, Bupati Solok Jon Firman Pandu menyampaikan apresiasi atas keterbukaan masyarakat dalam mengikuti proses sosialisasi ini.

“Potensi sumber daya alam tidak hanya ada di atas tanah, tetapi juga di dalamnya. Kabupaten Solok memiliki potensi itu, dan dengan perkembangan teknologi, mari kita manfaatkan sebaik mungkin untuk kemaslahatan bersama,” ujarnya.

Bupati menegaskan bahwa pengelolaan geothermal di Batu Bajanjang akan dilaksanakan oleh PT Hitay Daya Energy. Ia meminta perusahaan berkontribusi melalui program CSR yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Usulan CSR yang telah disepakati meliputi beasiswa untuk anak nagari, pengembangan rumah ibadah, kegiatan kepemudaan dan pembangunan gedung pemuda, program Bundo Kanduang, serta dukungan bagi sektor pertanian.

Kapolres Solok Arosuka, AKBP Agung Pranajaya, memastikan bahwa kepolisian akan menjaga keamanan seluruh masyarakat tanpa membeda-bedakan kelompok yang mendukung atau menolak rencana proyek tersebut.

Dalam pernyataan terpisah, Dandim 0309/Solok Sapta Raharja menegaskan bahwa masyarakat berhak menyampaikan aspirasi, namun tetap perlu menjaga kondisi tetap kondusif.

Kegiatan berlanjut pada sesi pemaparan teknis oleh Tenaga Ahli Gubernur Sumbar, Yulnofrins Napilus. Namun, sosialisasi terpaksa dihentikan lebih awal setelah sekelompok warga kembali menyampaikan penolakan terhadap rencana pendirian fasilitas geothermal. (E_J)

Komentar