Porprov 2026 Tak Ditunda, Gubernur Minta KONI Siap

Olahraga77 Dilihat

Padang, RANAHNEWS.com — Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah menegaskan bahwa persiapan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI tahun 2026 harus terus berjalan tanpa penundaan. Ajang tersebut dinilai strategis sebagai fondasi pembinaan atlet Sumbar menuju Porwil, Pra PON, hingga PON 2028.

Penegasan itu disampaikan Mahyeldi saat menerima audiensi Pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumatera Barat bersama Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sumbar di Padang, Senin (12/1/2026). Audiensi tersebut membahas perkembangan kesiapan penyelenggaraan Porprov 2026.

Ketua KONI Sumbar Hamdanus memaparkan progres persiapan panitia, termasuk hasil koordinasi dengan sejumlah kabupaten dan kota. Ia menyampaikan, hingga saat ini tujuh daerah telah memastikan kesiapan mengikuti Porprov, baik dari sisi penganggaran maupun kesediaan menjadi tuan rumah cabang olahraga.

Daerah tersebut meliputi Kabupaten Kepulauan Mentawai, Kabupaten Pesisir Selatan, Kabupaten Padang Pariaman, Kota Solok, Kabupaten Solok, Kabupaten Dharmasraya, dan Kota Sawahlunto. Beberapa daerah bahkan mengajukan diri menjadi tuan rumah lebih dari satu cabang olahraga.

“Mentawai mengajukan lima cabang olahraga, Pesisir Selatan enam cabang, Sawahlunto sepuluh cabang, Kota Solok empat cabang, dan Kabupaten Solok lima cabang,” ujar Hamdanus.

Hamdanus menegaskan Porprov 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada Juni–Juli tidak dapat ditunda karena menjadi tolok ukur utama pembinaan dan seleksi atlet Sumbar menuju Porwil, Pra PON, dan PON Beladiri.

“Atlet yang berprestasi di Porprov inilah yang akan kita turunkan di ajang Porwil, Pra PON, dan PON Beladiri. Jika Porprov selesai pertengahan tahun, kita memiliki waktu sekitar satu tahun untuk mempersiapkan atlet menuju PON 2028,” kata Hamdanus.

Ia juga menyoroti peran Porprov sebagai ajang pengikat atlet potensial asal Sumatera Barat agar tidak berpindah ke daerah lain. Menurutnya, sejumlah atlet Sumbar telah mendapat tawaran dari provinsi lain untuk memperkuat daerah tersebut di PON 2028.

“Porprov menjadi komitmen bersama agar atlet tidak berpindah. Jika Porprov ditunda, potensi atlet kita bisa hilang,” ujarnya.

Staf Khusus KONI Sumbar Prof Syahrial Bakhtiar menambahkan, Porprov sangat dibutuhkan atlet untuk menguji kemampuan, menjaga motivasi, sekaligus meningkatkan kesejahteraan atlet. Ia menilai ajang tersebut penting untuk mengembalikan ekosistem pembinaan olahraga di kabupaten dan kota.

“Sudah delapan tahun atlet tidak bertanding. Dua generasi atlet kabupaten dan kota hilang. Momentum Porprov ini harus dimanfaatkan untuk membangkitkan kembali pembinaan,” kata Syahrial.

Dalam audiensi tersebut, Gubernur Mahyeldi menyampaikan sikap tegas terhadap daerah yang tidak mempersiapkan diri mengikuti Porprov. Ia menegaskan dukungan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat terhadap pelaksanaan Porprov telah diberikan sejak jauh hari.

“Kalau KONI daerah tidak menyatakan siap, berarti ketua KONI-nya tidak mampu mengomunikasikan dengan kepala daerah. Lebih baik diganti saja,” ujar Mahyeldi.

Mahyeldi memaparkan bahwa komitmen Pemprov Sumbar terhadap Porprov telah disampaikan sejak Februari 2025, dilanjutkan dalam rapat koordinasi pada September 2025, serta diperkuat dengan kesepakatan bersama KONI kabupaten dan kota serta pengurus cabang olahraga.

Sebagai tindak lanjut, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat telah menerbitkan Surat Keputusan Gubernur tentang pelaksanaan Porprov 2026 pada 18 November 2025, sekaligus mengalokasikan anggaran sebesar Rp12 miliar untuk mendukung penyelenggaraan kegiatan tersebut.

“Semuanya sudah jelas. Dukungan sudah diberikan, anggaran sudah disiapkan. Tidak ada alasan lagi untuk tidak mempersiapkan diri,” tegas Mahyeldi.

Ia menegaskan tidak ingin muncul anggapan bahwa pemerintah provinsi tidak peduli terhadap kemajuan olahraga Sumatera Barat. Mahyeldi meminta KONI dan Dispora Sumbar terus melanjutkan persiapan, serta siap menugaskan perangkat daerah untuk mendukung kelancaran Porprov 2026.

“Kalau ada daerah yang tidak mau mengirim atlet, saya yakin orang tua atlet tetap akan berupaya mengirimkan anak-anaknya untuk bertanding,” tutup Mahyeldi. (rn/*/pzv)

Komentar