Hamdanus: Jabatan di KONI Bukan Hak, Tapi Amanah

Olahraga54 Dilihat

Padang, RANAHNEWS.com — Penegakan disiplin menjadi garis utama dalam kepemimpinan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumatera Barat. Ketua KONI Sumbar Hamdanus menegaskan tidak ada satu pun jabatan yang bersifat aman atau kebal evaluasi, termasuk posisi Wakil Ketua Umum, Sekretaris, Bendahara, hingga Ketua KONI itu sendiri.

Penegasan tersebut disampaikan Hamdanus sebagai komitmen membangun tata kelola organisasi yang berintegritas, dengan menempatkan disiplin sebagai fondasi utama kebangkitan olahraga Sumatera Barat.

“Tidak ada garansi untuk siapa pun. Wakil Ketua Umum bisa diberhentikan. Ketua Umum pun bisa. Saya sendiri juga tidak punya jaminan,” tegas Hamdanus dalam dialog kepengurusan KONI Sumbar pada salah satu program Padang TV, Senin (5/1/2026).

Ia menilai kepengurusan KONI tidak boleh diisi oleh individu yang hanya mengejar status dan jabatan tanpa kesiapan bekerja serta menghormati komitmen organisasi yang telah disepakati bersama.

Hamdanus menekankan bahwa pakta integritas yang ditandatangani seluruh jajaran pengurus bukan sekadar formalitas administratif, melainkan janji moral dan organisasi yang mengikat setiap individu.

“Itu janji pemimpin. Kalau dilanggar, kita tanggung sendiri akibatnya. Secara organisasi, secara moral, bahkan secara nilai,” ujarnya.

Menurut Hamdanus, jabatan di KONI Sumbar merupakan amanah besar yang tidak boleh dianggap remeh, terlebih banyak pihak lain yang memiliki kemampuan dan kesiapan untuk mengemban tanggung jawab tersebut.

“Kalau sudah diberi jabatan, hormati jabatan itu. Hormati kepercayaan. Jangan anggap posisi ini aman,” katanya.

Ia kembali menegaskan bahwa tanpa disiplin, sistem pembinaan dan pencapaian prestasi olahraga tidak akan berjalan sebagaimana mestinya.

“Saya tidak suka pengurus KONI yang tidak disiplin. Tidak ada gunanya,” ujarnya lugas.

Bahkan, menurut Hamdanus, keterbatasan anggaran masih dapat dicarikan solusi, namun hilangnya disiplin justru akan meruntuhkan seluruh sendi organisasi.

“Kalau uang kurang, masih bisa kita cari. Tapi kalau disiplin tidak ada, hancur semuanya. Tidak ada yang bisa dipegang,” tegasnya.

Meski KONI bukan institusi militer atau kepolisian, Hamdanus menilai standar disiplin tetap harus dijunjung tinggi demi memastikan organisasi berjalan efektif.

“Kita boleh bukan tentara, bukan polisi. Tapi soal disiplin, KONI tidak boleh kalah. Kalau tidak disiplin, olahraga tidak akan bangkit,” ujarnya.

Ia memastikan KONI Sumbar tidak akan ragu melakukan evaluasi dan mengambil langkah tegas terhadap pengurus yang tidak siap bekerja atau mengabaikan pakta integritas.

“Kalau ada pengurus yang tidak siap, lebih baik berhenti. Organisasi ini tidak boleh tersandera oleh orang-orang yang tidak menghargai pakta integritas,” kata Hamdanus. (rn/*/pzv)

Komentar