Pemkab Solok Evaluasi Penanganan Bencana dan Prioritaskan Data Pengungsi

News197 Dilihat

Kabupaten Solok, RANAHNEWS — Pemerintah Kabupaten Solok menggelar rapat evaluasi penanganan bencana hidrometeorologi di Koto Baru, Kecamatan Kubung, Kamis (4/12/2025). Rapat dipimpin Sekretaris Daerah Kabupaten Solok, Medison, dengan dihadiri Asisten II Setda Jefrizal, Asisten III Eva Nasri, Staf Ahli Bupati Deni Prihatni dan Irwan Efendi, para kepala OPD, sejumlah camat terdampak, serta unsur relawan.

Dalam arahannya, Medison menegaskan pentingnya percepatan pendataan dan pelaporan perkembangan penanganan bencana. Ia meminta laporan terkini terkait jumlah pengungsi, data bantuan yang sudah diterima maupun didistribusikan, usulan rehabilitasi dan rekonstruksi, serta progres perbaikan infrastruktur terdampak.

Medison juga meminta para camat segera menyampaikan data terbaru mengenai warga yang masih mengungsi, termasuk kondisi dan kebutuhan mendesak di lokasi pengungsian.

Camat Junjung Sirih, Neni Amelia, melaporkan bahwa pengungsi di Nagari Paninggahan berjumlah 220 KK atau 737 jiwa, sedangkan di Nagari Muaro Pingai terdapat 290 KK atau 949 jiwa. Banyaknya rumah yang hanyut dan rusak berat menyebabkan warga belum dapat kembali. Ia menambahkan akses jalan sudah dapat dilalui dan mengusulkan bantuan perlengkapan sekolah bagi anak-anak yang terdampak.

Camat Kubung, Acil Fasra, menyampaikan bahwa 23 KK atau 80 jiwa masih mengungsi karena rumah mereka berada di kawasan rawan terdampak bencana di Bukik Lasuang, Jorong Muaro Busuak. Ia juga melaporkan tujuh rumah di Jorong Sawah Suduik Selayo hanyut terbawa arus dan meminta bantuan alat berat untuk penanganan akses jalan. Permintaan serupa disampaikan Camat Danau Kembar.

Sementara itu, Camat Singkarak, Chrismon Darma, meminta bantuan pembersihan rumah warga dan jalan nagari dari lumpur. Ia juga melaporkan luapan air Danau Singkarak yang berdampak pada wilayah sekitar, serta perlunya koordinasi dengan PLTA Ombilin untuk pengurangan debit air.

Camat Gunung Talang, Riswandi Bahauddin, melaporkan tujuh rumah warga terdampak di Griya Hansela Bukit Gompong, Nagari Koto Gadang Guguak. Ia menekankan perlunya pengawasan kendaraan roda enam di jalan Kelok S yang sebelumnya terdampak longsor.

Menanggapi laporan itu, Medison menginstruksikan OPD teknis untuk segera mengambil langkah penanganan di lapangan. Ia menekankan bahwa data bantuan harus diperbarui secara rinci, mencakup bantuan yang masuk, distribusi, dan ketersediaan stok logistik di posko.

“Laporan harus jelas, termasuk bantuan apa saja yang masuk, sudah didistribusikan ke mana, serta kondisi stok logistik di gudang posko,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya penyusunan data lengkap pascabencana sebagai dasar rehabilitasi dan rekonstruksi. Usulan rehab-rekon akan dibagi merata kepada OPD terkait agar pemulihan berjalan lebih cepat dan terukur.

Pemerintah daerah turut meminta percepatan pembersihan fasilitas publik dan kawasan terdampak dengan melibatkan relawan dan jajaran OPD.
“Penanganan pascabencana harus dilakukan secara nyata, cepat, dan terkoordinasi,” ujar Medison.

Ia menambahkan bahwa Dana Belanja Tidak Terduga (BTT) akan diupayakan segera dicairkan untuk mempercepat langkah penanganan. Pemerintah daerah juga diminta segera menfinalkan permohonan bantuan ke pemerintah pusat, termasuk penyempurnaan data pengungsi dan distribusi bantuan.

Rapat evaluasi ini menjadi tindak lanjut penting untuk memastikan seluruh proses penanganan bencana berjalan efektif dan tepat sasaran di tengah percepatan pemulihan masyarakat Kabupaten Solok. (E_J)

Komentar