Jakarta, RANAHNEWS — Dalam momen peringatan Hari Ayah Nasional, Anggota DPR RI Fraksi PKS Komisi VI, Hj. Nevi Zuairina, mengajak masyarakat untuk kembali meneguhkan peran ayah sebagai sosok teladan tangguh dan penopang utama keluarga di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.
Menurut Nevi, peran seorang ayah jauh melampaui tugas mencari nafkah. Ia adalah pendidik karakter, pemimpin keluarga, serta figur yang menanamkan nilai moral bagi anak-anaknya.
“Ketika kita berbicara tentang keluarga yang kuat, maka di dalamnya ada sosok ayah yang penuh kasih, tegas dalam prinsip, dan hadir dalam setiap langkah pertumbuhan anak-anaknya,” ujar Nevi Zuairina di Jakarta.
Sebagai istri dari mantan Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno, Nevi menilai keharmonisan keluarga berakar pada kebijaksanaan seorang ayah dalam membimbing dan memberi teladan. Menurutnya, karakter dan doa seorang ayah memiliki pengaruh besar terhadap tumbuhnya generasi berakhlak dan berdaya saing.
“Ayah yang bijak bukan hanya mendidik dengan kata, tetapi dengan teladan dan doa yang tak pernah putus,” tuturnya.
Politisi asal Sumatera Barat ini juga menyoroti tantangan sosial dan ekonomi yang kini dihadapi keluarga Indonesia. Ia menegaskan, di tengah dinamika tersebut, kehadiran ayah yang bertanggung jawab, penyayang, dan aktif mendampingi keluarga menjadi pilar penting bagi ketahanan bangsa.
Lebih jauh, Nevi mendorong pemerintah memperkuat kebijakan yang mendukung keseimbangan antara peran kerja dan keluarga bagi para ayah. Ia menilai perlunya fleksibilitas waktu kerja serta jaminan perlindungan sosial, khususnya bagi ayah yang bekerja di sektor informal.
“Peringatan Hari Ayah seharusnya menjadi momentum untuk mengembalikan makna luhur ayah sebagai pemimpin keluarga yang berperan aktif dalam pendidikan anak dan kesejahteraan rumah tangga,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Nevi juga mengingatkan generasi muda agar tidak melupakan jasa dan kasih seorang ayah. Ia menekankan pentingnya menghargai sosok ayah, baik yang masih hidup maupun yang telah tiada.
“Sebuah pelukan, doa, dan ungkapan terima kasih dari anak adalah hadiah terbesar bagi seorang ayah. Mari kita jadikan Hari Ayah bukan hanya seremoni, tetapi refleksi mendalam akan nilai kasih dan pengorbanan,” ujarnya.
Menutup refleksinya, Nevi mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk menjadikan Hari Ayah sebagai momen memperkuat ikatan keluarga dan menumbuhkan kembali nilai-nilai kasih, tanggung jawab, serta kepemimpinan yang penuh cinta.
“Melalui Hari Ayah ini, saya mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk meneguhkan kembali semangat keluarga yang saling menguatkan, dengan ayah sebagai sosok pemimpin penuh kasih, penjaga nilai, dan inspirasi bagi masa depan bangsa,” tutup Nevi Zuairina. (rn/*/pzv)










Komentar