Tanah Datar, RANAHNEWS.com — Pembangunan 56 unit Sabo Dam di kawasan Gunung Marapi resmi dimulai dengan peletakan batu pertama di Nagari Sungai Jambu, Kecamatan Pariangan, Kabupaten Tanah Datar, Selasa (3/3/2026). Proyek pengendali lahar dan sedimen ini dirancang sebagai langkah mitigasi jangka panjang pascabencana banjir bandang lahar dingin 11 Mei 2024.
Tahap awal pembangunan dilaksanakan melalui skema multiyears. Pemerintah mengalokasikan anggaran untuk lima unit Sabo Dam di Tanah Datar, tiga unit di Kabupaten Agam, serta satu paket river training works di Tanah Datar.
Anggota Komisi V DPR RI Zigo Rolanda yang hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto dan Kementerian Pekerjaan Umum atas komitmen merealisasikan proyek tersebut.
“Pembangunan ini bukan sekadar proyek infrastruktur. Ini adalah wujud nyata kehadiran negara bagi masyarakat yang masih menyimpan trauma atas bencana banjir bandang lahar dingin 11 Mei 2024,” ujarnya.
Ia menjelaskan, proses membuka blokir anggaran pembangunan tidak berjalan mudah. Pada awalnya, anggaran sempat diblokir akibat kebijakan efisiensi keuangan negara.
“Dalam berbagai rapat kerja Komisi V bersama Kementerian PU, kami terus menyuarakan pentingnya pembukaan blokir tersebut. Alhamdulillah, dengan dukungan Menteri PU dan Dirjen SDA, blokir anggaran akhirnya dibuka dan pembangunan hari ini resmi dimulai,” tegasnya.
Zigo mengajak masyarakat di sekitar lokasi proyek untuk mendukung pelaksanaan pembangunan, termasuk dalam proses pembebasan lahan dan kelancaran pekerjaan.
“Infrastruktur ini dibangun untuk keselamatan dan keberlangsungan hidup kita bersama,” katanya.
Kegiatan groundbreaking turut dihadiri Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade, Bupati Tanah Datar Eka Putra, Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias, Ketua DPRD Tanah Datar Anton Yondra, serta jajaran Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. (rn/*/pzv)
















Komentar