Padang, RANAHNEWS.com — Proses pemulihan dampak banjir dan longsor di Sumatera Barat harus berpacu dengan siklus cuaca yang terus berubah. Kondisi tersebut menuntut percepatan pendataan warga terdampak agar pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi dapat berjalan tepat waktu dan tepat sasaran.
Hal itu disampaikan Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, Muhidi, saat diwawancarai di Padang, Rabu (7/1/2026). Ia mengimbau seluruh masyarakat terdampak, termasuk tenaga pendidik yang belum terdata, agar segera melapor kepada petugas pemerintah daerah yang bertugas di lapangan.
Muhidi menjelaskan, DPRD Sumbar bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah telah menggelar rapat percepatan penyusunan dokumen Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P). Dokumen tersebut ditargetkan rampung dan difinalisasi pada 8 Januari untuk segera diimplementasikan.
“Kita berpacu dengan waktu dan kondisi cuaca. Jika tidak ada kendala, R3P akan segera difinalkan dan dilaksanakan,” ujar Muhidi.
Dalam rapat perencanaan R3P, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memaparkan prakiraan cuaca sebagai dasar penjadwalan pemulihan. Pada Januari hingga Februari, intensitas hujan diperkirakan relatif ringan, namun tetap perlu diwaspadai.
Memasuki Maret hingga April, curah hujan diprediksi meningkat meski tidak seberat dampak siklon tropis. Sementara pada Mei hingga September cuaca cenderung panas, sebelum kembali memasuki musim hujan dengan intensitas cukup tinggi pada Oktober hingga Desember.
“Pendataan harus benar-benar akurat karena pekerjaan pemulihan fisik, termasuk sarana publik seperti sekolah, akan sangat bergantung pada siklus cuaca,” tegasnya.
Muhidi menambahkan, pelaksanaan R3P akan terintegrasi dengan pemerintah kabupaten dan kota hingga pemerintah pusat. Skema tersebut juga mencakup pemetaan kemampuan keuangan daerah serta potensi dukungan dari berbagai pihak, termasuk donatur, guna mempercepat proses pemulihan pascabencana di Sumatera Barat. (rn/*/pzv)










Komentar