Cegah Penyalahgunaan NAPZA, Pemkot Pariaman Bentuk Kader Kesehatan Mental di Sekolah

Pendidikan, News443 Dilihat

Pariaman, RANAHNEWS – Pemerintah Kota Pariaman terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga kesehatan mental remaja dan mencegah penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif lainnya (NAPZA). Melalui Dinas Kesehatan Kota Pariaman, sosialisasi bertajuk “Remaja Sehat, Masa Depan Cerah” digelar di Balairung Rumah Dinas Wali Kota Pariaman, Kamis (13/02/2025). Kegiatan ini diikuti oleh 45 pelajar dari berbagai SMA/sederajat, termasuk perwakilan Pramuka, PMR, dan OSIS.

Plt. Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Pariaman, dr. Fitria Syarif, dalam sambutannya menegaskan bahwa remaja adalah aset berharga bagi bangsa.

“Dengan pemahaman yang baik mengenai kesehatan mental dan bahaya NAPZA, kita bisa membantu mereka menjalani kehidupan yang lebih sehat dan produktif,” ujarnya.

Tekanan akademik, sosial, dan keluarga kerap menjadi faktor yang memengaruhi kesehatan mental remaja. Sayangnya, banyak yang kurang memahami pentingnya menjaga keseimbangan psikologis, sehingga berisiko mencari pelarian melalui penyalahgunaan NAPZA.

“Kurangnya pemahaman ini dapat meningkatkan perilaku berisiko. Oleh karena itu, sosialisasi ini menjadi langkah preventif dalam menjaga kesejahteraan mental remaja,” jelas dr. Fitria.

Sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan remaja secara menyeluruh, acara ini juga menghadirkan program Sosialisasi Cek Kesehatan Gratis (CKG) untuk para pelajar di Kota Pariaman.

Sosialisasi ini menghadirkan narasumber dari berbagai lembaga terkait, yaitu: Dinas Kesehatan Kota Pariaman, Perawat RS Jiwa Prof. HB. Saanin Padang, Penyuluh Narkoba dari Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatra Barat

Para ahli ini membahas berbagai materi, termasuk pentingnya menjaga kesehatan mental, bahaya penyalahgunaan NAPZA, serta strategi menghadapi stres dan tekanan sosial. Selain pemaparan materi, tersedia pula sesi diskusi dan konsultasi, sehingga peserta dapat secara langsung bertanya dan mendapatkan solusi dari para profesional.

Sebagai tindak lanjut, peserta yang telah mengikuti sosialisasi akan ditunjuk sebagai Kader Kesehatan Jiwa dan NAPZA di sekolah masing-masing. Mereka bertugas untuk: Melakukan skrining kesehatan mental dan penyalahgunaan NAPZA kepada teman-teman sebaya. Mengedukasi rekan-rekan sekolah mengenai pentingnya kesehatan jiwa dan bahaya NAPZA. Membantu mendeteksi dini jika ada teman yang mengalami masalah psikologis atau terindikasi penyalahgunaan zat adiktif.

Dengan adanya kader ini, diharapkan lingkungan sekolah menjadi lebih peduli terhadap kesehatan mental serta dapat mencegah potensi penyalahgunaan NAPZA sejak dini.

Sosialisasi ini menjadi langkah awal dalam menciptakan generasi muda yang lebih sadar akan kesehatan mental dan menjauhi NAPZA. Pemerintah Kota Pariaman berkomitmen untuk terus menghadirkan program edukasi, deteksi dini, serta layanan intervensi kesehatan mental, guna memastikan remaja tumbuh dalam lingkungan yang sehat dan bebas dari pengaruh negatif.

“Kami berharap melalui sosialisasi ini, remaja Pariaman semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan mental dan menjauhi penyalahgunaan NAPZA,” tutup dr. Fitria. (rn/*/pzv)

Komentar