Bupati Solok Ungkap 60 Persen Wilayahnya Kawasan Hutan

Kabupaten Solok, RANAHNEWS.com — Bupati Solok Dr. (HC) Jon Firman Pandu, SH, mendorong pemanfaatan kawasan hutan secara berkelanjutan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Hal itu disampaikannya saat membuka Focus Group Discussion (FGD) Kelompok Kerja Percepatan Perhutanan Sosial di Daima Moosa, Rabu (7/10/2027).

Jon Firman Pandu yang menjadi keynote speaker dalam kegiatan tersebut menyebut sekitar 60 persen wilayah Kabupaten Solok merupakan kawasan hutan. Menurutnya, kondisi itu menjadi potensi yang dapat dikembangkan bagi masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan hutan.

“Memanfaatkan hutan ini dengan sebaik-baiknya sehingga bisa memberikan manfaat kepada masyarakat kita di Kabupaten Solok,” ujar Bupati.

Ia mengatakan hasil produksi kawasan hutan memiliki nilai yang dapat mendukung peningkatan ekonomi masyarakat apabila dikelola dengan baik.

“Dengan 60 persen daerah hutan kita di Kabupaten Solok, ini merupakan salah satu potensi untuk meningkatkan ekonomi masyarakat yang tinggal di sekitaran hutan,” katanya.

“Produksi dari hutan ini memiliki nilai yang sangat berharga untuk meningkatkan ekonomi masyarakat,” lanjutnya.

FGD tersebut diikuti Direktur KKI Warsi Rainal Daus, SH, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Barat, sejumlah kepala OPD Kabupaten Solok, serta peserta FGD. Kegiatan menjadi wadah pembahasan dan penguatan sinergi dalam mempercepat pengembangan perhutanan sosial di Kabupaten Solok.

Bupati mengapresiasi KKI Warsi yang dinilainya telah membuka perhatian terhadap potensi kawasan hutan untuk mendukung peningkatan perekonomian masyarakat.

“Terima kasih kepada KKI Warsi karena telah melihat dan membuka potensi hutan untuk peningkatan ekonomi masyarakat di Kabupaten Solok,” ungkapnya.

Menurut Bupati, perhutanan sosial juga memiliki ruang untuk memberdayakan masyarakat sekitar hutan melalui pemanfaatan dan pengelolaan kawasan secara berkelanjutan.

Di tengah masa tanggap darurat akibat bencana yang masih berlangsung di Kabupaten Solok, Jon Firman Pandu mengajak seluruh pihak mendoakan agar kondisi daerah segera membaik.

“Dalam masa tanggap darurat kita di Kabupaten Solok ini, kita sama-sama berdoa dan berharap agar Kabupaten Solok segera membaik,” tuturnya.

Ia menegaskan pemerintah daerah tetap berupaya memulihkan kawasan Arosuka yang turut terdampak bencana.

“Kita tidak akan meninggalkan Arosuka, tapi kita berusaha agar bagaimana Arosuka ini bisa cepat pulih,” tegasnya.

Bupati juga menyampaikan apresiasi atas kontribusi KKI Warsi dalam mendorong perhatian dan pengembangan potensi perhutanan sosial di Kabupaten Solok.

“Lentera KKI Warsi memiliki kontribusi yang luar biasa,” pungkasnya.

FGD kemudian dilanjutkan dengan pembahasan dan diskusi bersama peserta sebagai bagian dari upaya memperkuat percepatan perhutanan sosial serta pemanfaatan potensi kawasan hutan untuk masyarakat Kabupaten Solok. (E_J)

Komentar