JMSI Sumbar Dukung Fadly Amran Perkuat Gerakan Pilah Sampah

News16 Dilihat

Padang, RANAHNEWS.com — Pengurus Daerah Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Sumatera Barat menyatakan kesiapan mendukung Wali Kota Padang Fadly Amran menyosialisasikan gerakan Pilah Sampah kepada masyarakat.

Dukungan itu disampaikan Ketua Pengda JMSI Sumbar Aguswanto saat audiensi dengan Fadly Amran di Rumah Dinas Wali Kota Padang, Kamis (27/8/2026). Dalam pertemuan tersebut, Fadly memaparkan strategi Pemko Padang mendorong masyarakat memilah sampah sejak dari rumah maupun tempat usaha.

Fadly menjelaskan, gerakan Pilah Sampah akan melibatkan petugas yang turun langsung ke tengah masyarakat selama 100 hari. Mereka mengikuti rute pelayanan petugas Layanan Pengelolaan Sampah (LPS) di sejumlah kelurahan untuk melakukan edukasi, pengecekan, dan pencatatan praktik pemilahan sampah warga.

Pendataan dilakukan terhadap warga yang sudah memilah sampah dengan benar, warga yang telah memilah tetapi belum sesuai ketentuan, serta warga yang belum melakukan pemilahan.

“Warga yang sudah memilah dengan benar akan dicatat, begitu juga warga yang sudah memilah tetapi belum sesuai ketentuan dan warga yang belum memilah,” ujar Fadly dalam audiensi tersebut.

Menurut Fadly, data tersebut menjadi salah satu dasar bagi Pemko Padang dalam menyusun kebijakan persampahan yang lebih tepat sasaran, termasuk kebijakan subsidi retribusi sampah yang tengah disiapkan.

Warga yang melakukan pemilahan sesuai ketentuan tetap akan mendapatkan subsidi retribusi. Sementara warga yang tidak melakukan pemilahan akan dikenakan tarif tanpa subsidi sesuai regulasi yang sedang disiapkan Pemko Padang.

Fadly mengatakan mekanisme pemilahan pada tahap awal dibuat sederhana. Masyarakat cukup memisahkan sampah menjadi dua kategori utama, yakni sisa makanan dan sampah lainnya.

Sisa makanan dipisahkan untuk kemudian dikumpulkan menggunakan ember khusus yang tersedia pada becak motor LPS. Sementara sampah lainnya dimasukkan ke dalam kantong dan tidak boleh tercampur dengan sisa makanan.

Fadly menegaskan, perubahan perilaku menjadi tujuan utama gerakan tersebut. Karena itu, praktik pemilahan masyarakat akan diawasi dan dicatat.

“Warga lebih terdorong untuk melakukan sesuatu apabila dia tahu bahwa apa yang dia lakukan itu diawasi dan dicatat. Filosofi awalnya adalah perubahan perilaku. Selain itu, warga juga akan terdorong ketika melihat orang di sekitarnya melakukan hal yang sama,” kata Fadly.

Untuk memperkuat gerakan tersebut, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Padang akan melibatkan RT, RW, dan bank sampah. Ketiga unsur tersebut diharapkan ikut mengajak, mengedukasi, dan membangun kebiasaan memilah sampah di lingkungan masing-masing.

Fadly berharap gerakan Pilah Sampah tidak berhenti sebagai program pemerintah, tetapi dapat menjadi kebiasaan bersama di tengah masyarakat.

Sementara itu, Aguswanto menegaskan JMSI Sumbar siap membantu Pemko Padang menyosialisasikan program Pilah Sampah kepada masyarakat.

“JMSI Sumbar akan selalu hadir dan membantu Wali Kota Padang untuk menyosialisasikan program pilah ini,” ujar Aguswanto.

Menurut Aguswanto, media memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran publik. Program pemilahan sampah perlu disampaikan secara konsisten agar masyarakat mengetahui kebijakan, mekanisme, dan manfaatnya.

JMSI Sumbar siap mengoptimalkan jaringan media siber yang tergabung di dalamnya untuk menggaungkan gerakan Pilah Sampah agar informasi mengenai pentingnya memilah sampah dapat menjangkau masyarakat lebih luas. (rn/*/pzv)

Komentar