Kabupaten Solok, RANAHNEWS.com — Pemerintah Kabupaten Solok menyiapkan langkah penanganan darurat atas kondisi jalan terban di Nagari Sariak Alahan Tigo, Kecamatan Hiliran Gumanti, guna mencegah terputusnya akses transportasi masyarakat. Wakil Bupati Solok, H. Candra, S.H.I, mewakili Bupati Solok, turun langsung meninjau lokasi sekaligus membahas opsi penanganan teknis di lapangan.
Dalam peninjauan tersebut, Wabup Solok didampingi Komandan Kodim 0309/Solok Letkol Inf Sugeng Riyadi. Hadir pula Wali Nagari Sariak Alahan Tigo, Wali Nagari Sungai Abu, Camat Hiliran Gumanti, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Solok Effia Vivi Fortuna, ST, MM, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Solok Drs. Asril, MM, serta Anggota DPRD Kabupaten Solok Drh. Basrizal.
Wabup Candra menjelaskan, jalan yang mengalami terban sebelumnya telah ditangani dengan penimbunan sebagai langkah sementara. Namun, kondisi timbunan terus mengalami penurunan sehingga berpotensi membahayakan pengguna jalan.
“Jalan ini sudah ditimbun, tetapi timbunan terus turun. Ini tentu berisiko jika tidak segera ditangani dengan tepat,” ujar Wabup Candra saat berdiskusi dengan Dandim 0309/Solok di lokasi.
Wali Nagari Sariak Alahan Tigo menyampaikan, pergerakan tanah di ruas jalan tersebut mencapai kurang lebih 30 meter dari ujung ke ujung. Kondisi ini membuat jalan sangat rawan dilalui kendaraan, terutama saat curah hujan tinggi.
Anggota DPRD Kabupaten Solok, Drh. Basrizal, menambahkan bahwa di kawasan tersebut sebenarnya telah tersedia jembatan gantung di Sungai Gumanti yang menghubungkan Jorong Pinti Kayu dengan Jorong Taratak Teleng. Namun, jembatan tersebut hanya dapat dilalui pejalan kaki dan kendaraan bermotor roda dua.
“Kondisi ini tentu menyulitkan masyarakat, karena mobil tidak bisa melintas,” ungkap Basrizal.
Menanggapi kondisi tersebut, Wabup Candra menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Solok membawa langsung Kepala Dinas PUPR beserta tim teknis untuk melakukan pengecekan menyeluruh. Salah satu opsi yang dibahas adalah pembangunan jembatan Bailey sebagai solusi sementara agar akses transportasi masyarakat tetap terjaga.
Selain itu, Pemkab Solok juga membuka kemungkinan alternatif penanganan teknis lainnya. Wabup Candra menyebutkan, jika biaya pengecoran dinilai terlalu besar, akan dikaji usulan pemanfaatan material dari bukit di seberang lokasi jalan terban, disertai pembuatan parit guna mengendalikan aliran air.
“Jika biaya pengecoran terlalu besar, kita akan kaji masukan dari Pak Dewan, yakni memanfaatkan material dari bukit di seberang jalan terban. Nantinya, jalan ini juga perlu dibuatkan parit agar aliran air tidak memperparah kondisi longsor,” jelasnya.
Pemerintah Kabupaten Solok menegaskan komitmennya untuk segera mengambil langkah terbaik dan terukur melalui koordinasi lintas sektor, demi menjaga keselamatan serta kelancaran aktivitas masyarakat di wilayah terdampak. (rn/*/pzv)













Komentar