Pariaman, RANAHNEWS – Pemerintah Kota Pariaman resmi memulai langkah baru dalam membangun pendidikan yang adil dan merata bagi seluruh warganya. Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara Pemerintah Kota Pariaman dan Universitas Negeri Padang (UNP), serta peluncuran program pendidikan inklusif, Senin (26/5/2025) di Aula Balaikota Pariaman.
Wali Kota Pariaman Yota Balad menyebut momentum ini sebagai tonggak penting dalam membangun masyarakat yang lebih beradab, setara, dan empatik melalui dunia pendidikan. “Pendidikan inklusif bukan sekadar program tambahan, tetapi paradigma baru. Kami ingin sekolah menjadi rumah yang nyaman untuk semua anak, termasuk mereka yang menghadapi tantangan fisik, intelektual, atau sosial,” ujar Yota dalam sambutannya.
Ia menegaskan bahwa pendidikan adalah hak setiap warga negara, sebagaimana diatur dalam UUD 1945 dan diperkuat dalam Permendikbud Nomor 70 Tahun 2009. Menurutnya, pembangunan yang berkeadilan harus dimulai dari ruang kelas.
Kemitraan dengan UNP dinilai strategis karena institusi tersebut telah lama menjadi pelopor dalam riset dan pengembangan pendidikan inklusif di Indonesia. “UNP akan menjadi mitra penting dalam pelatihan guru, penyusunan kurikulum adaptif, penyediaan tenaga pendukung, serta penelitian berkelanjutan,” jelas Yota.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa inisiatif ini sejalan dengan misi kedua dari Dasa Cita Balad-Mulyadi, yakni meningkatkan pembangunan yang merata, berkeadilan, dan berkelanjutan. Program pendidikan inklusif juga merupakan wujud nyata dari pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) poin keempat.
“Terima kasih kepada Rektor dan seluruh civitas akademika UNP atas dukungan dan komitmen yang diberikan. Semoga kerja sama ini bukan hanya tertulis dalam dokumen, tapi juga hadir dalam aksi nyata yang berdampak langsung bagi anak-anak dan masyarakat kita,” ungkap Yota.
Acara tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Mulyadi, Rektor UNP Dr. Ir. Krismadinata, S.T, M.T, Ph.D, Ketua DPRD Kota Pariaman Muhajir Muslim, Bunda PAUD Ny. Yosneli Balad, Kepala LDPI Yoszya Silawati beserta tim, para psikolog, staf ahli, pejabat daerah, hingga para guru dan kepala sekolah. Kehadiran berbagai elemen tersebut memperkuat sinyal bahwa Pariaman sedang menapaki jalur baru menuju sistem pendidikan yang lebih inklusif dan berkeadilan. (rn/*/pzv)













Komentar