180 Jemaah Solok Jalani Skrining Kesehatan Jelang Wukuf di Arafah

News319 Dilihat

Makkah, RANAHNEWS – Menjelang puncak ibadah haji, sebanyak 180 jemaah asal Kabupaten Solok menjalani pemeriksaan kesehatan menyeluruh di Posko Kesehatan Hotel Alalaa, Makkah, Sabtu (31/5/2025). Pemeriksaan ini menjadi langkah antisipatif untuk menjaga kebugaran fisik jemaah, khususnya lansia dan penderita penyakit kronis, menghadapi ibadah wukuf di Arafah serta lontar jumrah di Mina.

Sebanyak 162 jemaah tergabung dalam Kloter 13 Padang, sedangkan 18 jemaah lainnya masuk dalam Kloter 15 Padang. Skrining dilakukan secara intensif oleh tim medis guna memastikan kesiapan fisik seluruh jemaah menghadapi fase terberat ibadah haji.

Pendamping Jemaah Haji Kabupaten Solok, H. Elafki, menyampaikan bahwa pemeriksaan ini sangat penting untuk mendeteksi potensi gangguan kesehatan sejak dini. Menurutnya, fokus utama diarahkan kepada jemaah rentan agar mereka tetap bugar saat menjalani prosesi puncak ibadah.

“Skrining ini penting untuk memantau kondisi jemaah menjelang puncak ibadah. Kami fokus pada kelompok rentan agar mereka tetap fit saat menjalani wukuf dan rangkaian ibadah lainnya,” ujar Elafki dalam keterangannya.

Tahun ini, Kementerian Agama menerapkan tiga skema pelaksanaan ibadah haji, yakni Murur, Tanazul, dan Safari Wukuf. Jemaah Kabupaten Solok yang tergabung dalam Kloter 13 dan Kloter 3 Padang menjalani skema Tanazul, yaitu skema yang memperbolehkan jemaah kembali ke hotel setelah melontar jumrah Aqabah tanpa harus bermalam di tenda Mina.

“Skema Tanazul sangat membantu jemaah yang fisiknya tidak memungkinkan bermalam di Mina. Apalagi hotel tempat menginap hanya berjarak sekitar satu kilometer dari Jamarat,” jelas Elafki.

Cuaca ekstrem di Makkah menjadi tantangan tersendiri. Suhu panas yang menyengat berpotensi memperburuk kondisi kesehatan, terutama bagi jemaah dengan riwayat penyakit seperti hipertensi dan diabetes. Kementerian Kesehatan Arab Saudi bahkan telah meninjau langsung tempat menginap jemaah asal Kabupaten Solok dan mengimbau pentingnya menjaga asupan cairan, pola makan, serta istirahat yang cukup.

“Kami diminta ekstra hati-hati. Fokus kami adalah edukasi kesehatan, pengawasan konsumsi makanan dan minuman, serta memastikan jemaah cukup istirahat,” tambah Elafki.

Selain pemeriksaan medis, tim pendamping juga terus melakukan pembinaan spiritual, edukasi ibadah, dan pemantauan kesehatan secara berkala. Hal ini bertujuan agar seluruh jemaah dapat menunaikan rukun dan wajib haji dengan baik serta kembali ke tanah air dalam keadaan sehat dan membawa predikat haji mabrur. (E_J)

Komentar