Situasi Timur Tengah, Keberangkatan Umrah Diminta Ditunda

Nasional10 Dilihat

Jakarta, RANAHNEWS.com — Pemerintah mengimbau calon jamaah umrah menunda keberangkatan ke Tanah Suci menyusul dinamika situasi di kawasan Timur Tengah yang berdampak langsung pada Arab Saudi, khususnya Mekah dan Madinah. Imbauan tersebut disampaikan Wakil Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Dahnil Anzar Simanjuntak, melalui video pernyataan resmi yang beredar luas di media sosial, termasuk TikTok, pada Minggu (1/3/2026).

Dalam pernyataannya, Dahnil menegaskan pemerintah terus memantau perkembangan situasi dan berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri terkait jamaah umrah yang sedang berada di Tanah Suci maupun yang akan berangkat.

“Kami dari Kementerian Haji dan Umrah terus berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri, terutama terkait jamaah umrah yang sedang beribadah di Tanah Suci maupun yang akan berangkat,” ujarnya.

Ia meminta jamaah yang dijadwalkan berangkat dalam waktu dekat agar menunda perjalanan sementara hingga kondisi kawasan dinilai benar-benar kondusif.

“Hal ini perlu dilakukan untuk memastikan keamanan dan kenyamanan seluruh warga negara Indonesia yang akan menunaikan ibadah umrah di Saudi Arabia,” kata Dahnil.

Bagi jamaah yang saat ini berada di Tanah Suci, pemerintah mengimbau agar tetap menjalin komunikasi intensif dengan Kantor Urusan Haji, Konsulat Jenderal RI di Jeddah, serta perwakilan resmi pemerintah Indonesia di Arab Saudi.

Menurut Dahnil, pemerintah melalui Kementerian Haji dan Umrah bersama Kementerian Luar Negeri siap memberikan informasi dan perlindungan, serta memastikan layanan penerbangan, hotel, dan kebutuhan jamaah tetap terpenuhi.

Ia juga meminta keluarga jamaah di Tanah Air tetap tenang karena pemerintah fokus memastikan keamanan dan kenyamanan warga negara Indonesia yang sedang beribadah.

Untuk jamaah yang akan kembali ke Indonesia dalam waktu dekat, ia mengingatkan agar terus berkoordinasi dengan biro perjalanan masing-masing. Sementara jamaah umrah mandiri diminta aktif berkomunikasi dengan petugas pemerintah di Tanah Suci guna memastikan seluruh layanan perjalanan berjalan lancar.

“Pemerintah siap memfasilitasi dan memastikan semua kebutuhan jamaah terpenuhi,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Dahnil memastikan persiapan penyelenggaraan ibadah haji 2026 atau 1447 Hijriah tetap berjalan sesuai rencana dan belum terdampak signifikan oleh situasi geopolitik di Timur Tengah.

“Kami memohon doa seluruh rakyat Indonesia agar konflik di Timur Tengah segera reda dan persiapan haji 2026 berjalan lancar sehingga jamaah dapat menunaikan ibadah dengan baik,” tuturnya.

Pemerintah, lanjutnya, akan terus memantau perkembangan situasi serta menyampaikan informasi terbaru kepada masyarakat sebagai langkah antisipasi demi keselamatan jamaah Indonesia. (rn/*/pzv)

Komentar