Pemko Pariaman Pastikan Jajanan Pabukoan Bebas Zat Berbahaya

News39 Dilihat

Pariaman, RANAHNEWS.com — Keamanan pangan selama Ramadan menjadi fokus Pemerintah Kota Pariaman dengan menggelar inspeksi mendadak di Pasar Pabukoan Balai Kuraitaji dan kawasan kuliner Desa Kampung Baru, Kecamatan Pariaman Tengah, Senin (23/02/2026). Pengawasan terpadu bersama Dinas Kesehatan Kota Pariaman dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Padang itu menyasar jajanan berbuka untuk memastikan bebas dari zat berbahaya.

Kegiatan yang dilaksanakan pada hari kelima Ramadan 1447 H tersebut merupakan agenda tahunan pemerintah daerah guna melindungi masyarakat dari potensi pangan mengandung formalin dan boraks.

Wali Kota Pariaman Yota Balad menegaskan, pemeriksaan dilakukan agar masyarakat terhindar dari makanan berbahaya yang dapat mengganggu kesehatan.

“Pemeriksaan makanan ini dilakukan supaya masyarakat Kota Pariaman terhindar dari makanan-makanan berbahaya yang bisa mengganggu kesehatan mereka, karena banyak kami lihat makanan dan minuman yang dijual tidak sesuai dengan yang aslinya seperti minuman warnanya terlalu mencolok, dan makanan yang rasanya terlalu kenyal seperti karet untuk dikonsumsi,” ujarnya.

Dari hasil pengecekan awal di lapangan, sampel makanan dan minuman yang diambil dari pasar pabukoan Kuraitaji dan kawasan kuliner Desa Kampung Baru dinyatakan aman untuk dikonsumsi. Namun, pengujian laboratorium tetap dilakukan BPOM untuk memastikan kandungan bahan pangan secara ilmiah.

“Dari beberapa sampel makanan dan minuman yang kami lihat tadi di pasar pabukoan kurai taji serta kawasan kuliner Desa Kampung Baru Alhamdulillah masih aman untuk dikonsumsi masyarakat. Tapi jika ada hasil dari sampel yang diperiksa oleh BPOM ditemukan zat berbahaya, maka kami akan melakukan pembinaan kepada pedagang agar tidak lagi menggunakan bahan berbahaya tersebut untuk dikonsumsi masyarakat,” kata Yota Balad.

Ia juga mengimbau para pedagang menggunakan bahan alami agar masyarakat dapat mengonsumsi produk yang aman selama Ramadan.

Sementara itu, Kepala Balai Besar POM di Padang Martin Suhendri menyebutkan pengawasan dilakukan secara terpadu dengan pengambilan 60 sampel makanan dan minuman untuk diuji di laboratorium BPOM.

“Hari ini kami melakukan pengawasan terpadu untuk memastikan keamanan pangan bagi masyarakat Kota Pariaman yang mengkonsumsi takjil di bulan ramadhan. Ada 60 sampel makanan dan minuman dari pasar pabukoan kuraitaji dan kawasan kuliner desa kampung baru yang akan diuji lab BPOM dan hasilnya nanti akan diberikan kepada Dinas Perindagkop dan UKM Kota Pariaman serta Dinas Kesehatan,” ujarnya.

Ia mengingatkan masyarakat agar menjadi konsumen cerdas dalam memilih takjil, serta meminta pelaku usaha tidak menggunakan bahan yang berpotensi membahayakan kesehatan.

“Jadilah konsumen yang cerdas jangan percaya kata siapa-siapa percayalah kata BPOM,” tuturnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Pariaman Mulyadi, Sekretaris Daerah Kota Pariaman Afrizal Azhar, para asisten, kepala OPD, camat, tim labor BPOM di Padang, serta Forkopimda Pariaman. (rn/*/pzv)

Komentar