Kolaborasi Pemerintah dan GAPEMBI Percepat Pemenuhan Pangan Korban Banjir Padang

News197 Dilihat

Padang, RANAHNEWS — Gelombang banjir bandang dan longsor yang menerjang Kota Padang sejak Selasa (25/11/2025) menyisakan kerusakan berat dan memaksa puluhan ribu warga mengungsi. Di tengah situasi darurat itu, upaya penyediaan pangan menjadi salah satu kebutuhan paling mendesak. Pemerintah Kota Padang dan Gabungan Pengusaha Makan Bergizi Indonesia (GAPEMBI) Sumatera Barat bergerak cepat, menyalurkan 60.000 porsi makanan bergizi bagi 27.433 warga terdampak di sembilan kecamatan.

Bencana dipicu curah hujan ekstrem yang menyebabkan sungai-sungai di Padang meluap. Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Padang mencatat banjir terjadi di 14 titik, banjir bandang di 12 lokasi, serta longsor di sejumlah kawasan perbukitan. Kecamatan Koto Tangah, Nanggalo, dan Pauh menjadi wilayah terparah, termasuk Lubuk Minturun yang tersapu banjir bandang dan menutup akses jalan nasional Padang–Padang Panjang oleh material lumpur, kayu, dan batu. Ratusan warga terpaksa mengungsi ke sekolah dan masjid.

Pemerintah Kota Padang menetapkan status siaga darurat dan mengaktifkan posko di seluruh wilayah terdampak. Fokus utama diarahkan pada evakuasi, pemantauan debit sungai, serta pemenuhan kebutuhan dasar bagi warga yang tidak dapat kembali ke rumah.

Instruksi percepatan penyaluran makanan disampaikan langsung Wali Kota Padang Fadly Amran saat meninjau banjir bandang di Lubuk Minturun pada Kamis (27/11/2025).

“Saya sudah minta dapur SPPG untuk mengalihkan makanan yang tadinya untuk siswa sekolah, dialihkan untuk pengungsi. Karena sekolah diliburkan, kapasitas dapur bisa langsung dimanfaatkan untuk warga yang membutuhkan,” ujarnya.

Fadly menegaskan bahwa penyediaan makanan tidak boleh terhambat oleh situasi lapangan.

“Kami memastikan kebutuhan makanan terpenuhi setiap hari. Seluruh OPD dan relawan bekerja simultan agar bantuan tiba cepat dan tepat sasaran,” katanya.

Instruksi tersebut ditindaklanjuti melalui kolaborasi antara Pemko Padang dan GAPEMBI Sumatera Barat. Organisasi ini menaungi pengusaha dapur makanan bergizi dan selama ini menjadi mitra pemerintah dalam pemenuhan gizi masyarakat. Total 46 dapur SPPG dan seluruh dapur anggota GAPEMBI beroperasi penuh sejak pagi hari untuk memenuhi kebutuhan warga.

Ketua GAPEMBI Sumbar Agung Adhitia Lingga menyampaikan bahwa dapur-dapur yang dikerahkan mampu memproduksi 60.000 porsi makanan bergizi yang langsung didistribusikan ke titik pengungsian di sembilan kecamatan.

“Kami menggerakkan seluruh kapasitas dapur. Dalam situasi bencana, makanan bergizi dan aman sangat krusial. Standar kebersihan dan gizi tetap kami jaga, sama seperti untuk siswa,” ujarnya.

Agung menambahkan bahwa GAPEMBI selalu siap mendukung pemerintah daerah dalam situasi krisis.

“Kami bekerja menjembatani kebutuhan masyarakat dengan kemampuan para pelaku usaha dapur. Kolaborasi lintas sektor seperti ini mempercepat penanganan bencana,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya data lapangan yang akurat.

“Kami mengikuti data Pemko Padang dan BPBD untuk menentukan titik prioritas agar distribusi merata dan efektif,” ucapnya.

Dukungan terhadap penyaluran bantuan juga datang dari legislatif. Wakil Ketua DPRD Sumatera Barat Nanda Satria meninjau sejumlah lokasi terdampak untuk memastikan warga memperoleh makanan siap konsumsi.

“Kondisi banjir kali ini sangat memperihatinkan. Banyak warga tidak bisa memasak karena dapur terendam atau listrik padam, sehingga bantuan makanan sangat membantu,” katanya.

Nanda menyatakan DPRD akan mendukung proses rehabilitasi pascabencana.

“Perbaikan infrastruktur dan mitigasi adalah pekerjaan jangka panjang. Namun dalam kondisi darurat, kebutuhan warga harus dipenuhi terlebih dahulu,” ujarnya.

Sementara itu, BPBD mengingatkan potensi hujan lebat masih dapat terjadi dalam beberapa hari ke depan. Pemerintah Kota Padang tetap mengaktifkan posko darurat dan memantau debit sungai di berbagai titik.

Wali Kota Padang kembali meminta warga tetap waspada.

“Jika kondisi tidak memungkinkan, segera menuju posko terdekat. Petugas selalu siaga,” kata Fadly.

GAPEMBI menegaskan akan terus memproduksi makanan selama masyarakat membutuhkan.

“Selama warga masih memerlukan, kami tetap bekerja sampai situasi stabil,” ujar Agung.

Dengan intensitas hujan yang belum menurun dan proses evakuasi yang masih berlangsung, 60.000 porsi makanan bergizi dari 46 dapur SPPG menjadi salah satu penopang utama bagi puluhan ribu warga terdampak. Kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, legislatif, dan masyarakat menjadi kunci agar penanganan bencana di Kota Padang berlangsung efektif dan terarah. (rn/*/pzv)

Komentar