Fadly Amran: Smart City Harus Jaga Nilai Sosial dan Budaya

News266 Dilihat

Padang, RANAHNEWS – Wali Kota Padang, Fadly Amran, tampil sebagai pembicara kunci pada Temu Ilmiah Nasional (Temilnas) Ikatan Psikologi Sosial (IPS) ke-XIV di UNP Hotel dan Convention Center, Kamis (28/8/2025). Dalam forum ilmiah bergengsi itu, Fadly menyoroti peran besar teknologi dalam mengubah wajah interaksi sosial masyarakat di era kota pintar.

Fadly menekankan bahwa kehadiran teknologi tidak boleh hanya dipandang dari sisi kemudahan layanan publik, tetapi juga dari dampaknya terhadap nilai-nilai sosial. “Teknologi hadir untuk mempermudah, namun juga menantang kita menjaga nilai-nilai sosial dan budaya agar tidak terkikis. Karena itu, membangun smart city tidak hanya soal digitalisasi layanan, tetapi juga membangun masyarakat yang adaptif, inklusif, dan berkarakter,” ujarnya.

Ia menambahkan, arah pembangunan Kota Padang sejalan dengan tema forum tersebut, yaitu mendorong potensi daerah agar mewujudkan Padang sebagai kota pintar sekaligus kota sehat yang berlandaskan agama dan budaya. “Insya Allah, dengan dukungan berbagai pihak, kita akan terus berupaya mewujudkan Padang menuju smart city. Sehingga birokrasi dan layanan publik dapat berjalan semakin efektif serta berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” kata Fadly.

Sementara itu, Wakil Rektor IV UNP Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Hubungan Internasional, Dr. rer. nat. Deski Beri, menyampaikan apresiasinya terhadap kehadiran pakar psikologi sosial dari dalam dan luar negeri. Menurutnya, forum ini menjadi ruang penting untuk memperkuat kontribusi keilmuan psikologi dalam menghadapi tantangan digitalisasi. “Temu ilmiah ini bukan sekadar ruang akademik, tetapi juga forum kontribusi nyata bagi kebijakan publik. Psikologi sosial dapat memberi masukan penting dalam mengelola perubahan masyarakat melalui transformasi teknologi,” ucap Deski.

Ia berharap temu ilmiah tersebut mampu melahirkan sinergi antara akademisi, praktisi, dan pemangku kebijakan dalam merumuskan strategi menghadapi dampak digitalisasi, khususnya dalam konteks pengembangan kota pintar di Indonesia.

Acara ini turut dihadiri Dekan Fakultas Psikologi dan Kesehatan UNP, Dr. Suryanef, Ketua Ikatan Psikologi Sosial (IPS), Prof. Dr. Mirra Noor Milla, Ketua Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) Sumatera Barat, Dr. Tuti Rahmi, serta akademisi internasional dari Nagoya University Jepang, Prof. Minoru Karasawa. (rn/*/pzv)

Komentar