Kebumen, RANAHNEWS – Upaya Geopark Nasional Sianok Maninjau untuk menembus status UNESCO Global Geopark terus digiatkan. Salah satunya melalui partisipasi aktif dalam Konferensi Internasional Geopark yang digelar di Kebumen, Jawa Tengah, pada 9–12 Juli 2025. Kegiatan ini mempertemukan pengelola geopark dari dalam dan luar negeri untuk saling berbagi pengetahuan, pengalaman, serta memperluas jejaring global.
General Manager Geopark Sianok Maninjau, Zuhrizul, hadir sebagai salah satu delegasi dan melakukan penjajakan kerja sama dengan berbagai pengelola UNESCO Global Geopark di Indonesia, seperti UGGp Sewu, UGGp Toba, UGGp Meratus, dan UGGp Kebumen selaku tuan rumah.
“Sumatera Barat memiliki kekayaan geologi, keanekaragaman hayati, dan budaya yang masih terjaga. Ini adalah modal besar untuk melangkah ke tingkat global melalui geopark,” ujar Zuhrizul dalam forum tersebut.
Ia menegaskan bahwa konsep geopark bukan hanya soal konservasi dan edukasi, tetapi juga berdampak langsung terhadap peningkatan ekonomi masyarakat melalui wisata tematik yang berkelanjutan. Potensi besar ini menurutnya dapat menjadi penggerak baru bagi perekonomian Sumbar, sekaligus memperkuat identitas daerah di pentas internasional.
Sebagai kawasan yang memiliki bentang alam unik dan nilai budaya tinggi, Geopark Sianok Maninjau terus membangun sinergi dengan berbagai pihak untuk menguatkan posisi Sumbar dalam peta geopark dunia. “Kami bertekad membawa Sianok Maninjau masuk ke dalam jaringan UNESCO Global Geopark agar Sumbar lebih dikenal dan masyarakatnya merasakan manfaat nyata,” tegas Zuhrizul, yang juga terlibat dalam perumusan visi misi Gubernur Sumbar Mahyeldi–Vasko untuk 2025–2029. (rn/*/pzv)













Komentar