Padang, RANAHNEWS.com – Menjelang Ramadan 1447 Hijriah, Pemerintah Kota Padang dan Kantor Kementerian Agama Kota Padang mengonsolidasikan peran masjid sebagai pusat pelayanan ibadah, pendidikan, dan sosial masyarakat. Penguatan tata kelola masjid dipandang strategis untuk memastikan pelaksanaan Ramadan berjalan tertib, nyaman, dan berdampak luas bagi umat.
Langkah tersebut dilakukan melalui kegiatan Pembinaan dan Penguatan Kepengurusan Masjid Tingkat Kota Padang yang digelar di Aula Kantor Kemenag Kota Padang, Rabu (11/2/2026), dengan melibatkan pengurus masjid se-Kota Padang.
Kegiatan ini dibuka Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, dan dihadiri Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setdako Padang Jasman, Wakil Ketua Baznas Kota Padang Yultel Ardi, Ketua FKUB Kota Padang Salmadanis, serta jajaran Kantor Kemenag Kota Padang.
Maigus Nasir menegaskan kesiapan masjid menghadapi Ramadan tidak hanya berkaitan dengan fasilitas ibadah, tetapi juga penguatan fungsi masjid dalam pembinaan karakter dan kehidupan sosial keagamaan masyarakat.
“Pemko Padang mendukung penguatan fungsi masjid melalui berbagai kegiatan keagamaan selama Ramadan yang sejalan dengan Program Unggulan Smart Surau. Sehingga masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat pendidikan karakter, pembinaan generasi muda, dan penguatan nilai-nilai keislaman masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Kota Padang, Edy Oktafiandi, menyampaikan pembinaan kepengurusan masjid difokuskan pada empat agenda utama sebagai persiapan menyambut Ramadan 1447 Hijriah yang tinggal sepekan lagi.
Agenda pertama adalah kesiapan sarana dan prasarana masjid dan musala, meliputi kebersihan, ketertiban, keamanan, serta kualitas pengelolaan ibadah demi kenyamanan jamaah.
“Kedua, menciptakan suasana Ramadan yang kondusif dengan membangun lingkungan masjid yang rukun, toleran, dan harmonis melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan,” jelasnya.
Agenda ketiga adalah optimalisasi Program Pesantren Ramadan berbasis Smart Surau, dengan mengalihkan kegiatan pembelajaran siswa sekolah dan madrasah ke masjid sebagai sarana pembentukan karakter dan penguatan akhlak selama Ramadan.
“Sementara agenda keempat adalah penguatan peran sosial dan ekonomi masjid dalam mendukung pemulihan ekonomi masyarakat pascabencana hidrometeorologi, khususnya bagi jamaah dan warga yang terdampak kehilangan mata pencaharian,” pungkas Edy Oktafiandi. (rn/*/pzv)













Komentar