Dharmasraya, RANAHNEWS.com — Sebanyak 634.500 liter air bersih telah didistribusikan kepada masyarakat terdampak kekeringan di Kabupaten Dharmasraya selama masa tanggap darurat yang berakhir pada Rabu (23/9/2026).
Distribusi dilakukan menggunakan 141 tangki berkapasitas masing-masing 4.500 liter untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat di wilayah yang mengalami kekurangan air akibat kemarau berkepanjangan.
Berdasarkan rekapitulasi BPBD Kabupaten Dharmasraya, bantuan tersebut menjangkau 29 nagari di 10 kecamatan, dengan penerima manfaat sebanyak 6.276 kepala keluarga (KK) serta dua sekolah yang terdampak kekeringan.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Dharmasraya Suherman Junaidi mengatakan, distribusi dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi serta laporan kebutuhan masyarakat di lapangan.
“Distribusi dilakukan berdasarkan kondisi dan laporan kebutuhan masyarakat di lapangan, sehingga bantuan dapat diarahkan ke wilayah yang mengalami kekurangan air,” ujar Suherman.
Distribusi terbanyak tercatat di Kecamatan Koto Baru sebanyak 33 tangki, Pulau Punjung 26 tangki, Tiumang 22 tangki, Sitiung 14 tangki, Koto Salak 14 tangki, Timpeh 10 tangki, Koto Besar 9 tangki, Padang Laweh 8 tangki, Sungai Rumbai 3 tangki, dan Asam Jujuhan 2 tangki.
Menurut Suherman, penanganan tersebut merupakan bagian dari komitmen Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani bersama Wakil Bupati Leli Arni untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama kondisi darurat.
Dukungan penanganan kekeringan datang dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, BPBPK, Balai Wilayah Sungai (BWS), Kodim 0310/SSD, Polres Dharmasraya, dan Brimob Batalyon C Dharmasraya melalui bantuan armada maupun personel.
Bantuan juga diberikan PT TKA, PT DSL, PT Incasi Raya Pangian, dan PT SAK untuk mendukung pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat terdampak.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Dharmasraya, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah membantu, baik melalui dukungan armada maupun personel, sehingga pendistribusian air bersih kepada masyarakat dapat berjalan dengan baik,” ujar Suherman.
Meski masa tanggap darurat telah berakhir, BPBD tetap memantau kondisi masyarakat, terutama apabila masih terdapat wilayah yang mengalami kekurangan air bersih.
Di sisi lain, hujan mulai turun di sejumlah wilayah Dharmasraya sejak 22 September 2026. Kondisi tersebut menjadi perkembangan positif bagi pemulihan sumber air masyarakat setelah menghadapi musim kemarau dan kekeringan berkepanjangan. (akn)













Komentar