Pariaman Percepat Pembentukan Bank Sampah Jelang Penutupan TPA

News43 Dilihat

Jakarta, RANAHNEWS.com — Pemerintah Kota Pariaman mempercepat pembentukan bank sampah sebagai langkah mengurangi volume limbah sekaligus merespons rencana penutupan sistem pembuangan terbuka di TPA Tungkal Selatan, melalui sosialisasi yang digelar di Balairung Pendopo Wali Kota Pariaman, Kamis (16/4/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mewujudkan visi “Blue Green City” dengan mendorong pengelolaan sampah berbasis masyarakat sejak dari sumbernya.

Wali Kota Pariaman yang diwakili Asisten I Sekretariat Daerah Kota Pariaman, Elfis Chandra, menyampaikan sosialisasi tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam mengelola sampah.

“Masalah sampah adalah isu global yang mendesak. Pengelolaan yang buruk akan merusak ekosistem dan membahayakan kesehatan masyarakat. Saat ini Kota Pariaman menghadapi tantangan serius terkait pengelolaan sampah, terutama dengan adanya sanksi administratif untuk menutup sistem pembuangan terbuka di TPA Tungkal Selatan,” ujarnya.

Sebanyak 130 peserta mengikuti kegiatan ini, terdiri dari perwakilan OPD teknis, lurah, kepala desa, BPD, LPM, serta penggerak PKK dan Dasawisma dari 10 desa dan kelurahan percontohan.

Elfis Chandra menambahkan, program pembentukan bank sampah memiliki dasar hukum yang kuat, mulai dari Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah hingga program unggulan Wali Kota Pariaman 2025–2030 yang berfokus pada pembangunan berbasis lingkungan.

Sosialisasi ini juga mendorong perubahan pola pikir masyarakat agar melihat sampah sebagai sumber daya ekonomi, sekaligus meningkatkan partisipasi dalam memilah dan mengelola sampah anorganik.

“Melalui kehadiran Syaprudin Islami sebagai narasumber ahli yang merupakan Ketua Asosiasi Bank Sampah Indonesia Sumatera Barat dan dosen Universitas Tamansiswa Padang, diharapkan menjadi pemicu terbentuknya unit-unit Bank Sampah baru di setiap desa dan kelurahan, sehingga volume sampah yang masuk ke TPA dapat berkurang secara signifikan melalui aksi pemilahan sampah anorganik oleh masyarakat serta terjadi perubahan signifikan ke arah yang lebih baik dalam sistem pengelolaan sampah di Kota Pariaman,” ujarnya. (rn/*/pzv)

Komentar