Pariaman, RANAHNEWS.com — Pemerintah Kota Pariaman menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan PT Food Station Tjipinang Jaya (Perseroda) untuk memperkuat distribusi hasil pertanian ke pasar DKI Jakarta, Senin (13/4/2026), di Desa Simpang, Kecamatan Pariaman Selatan.
Penandatanganan kerja sama strategis yang difokuskan pada pengembangan sektor pertanian dan distribusi hasil bumi itu disaksikan langsung Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno, Wakil Gubernur Sumatera Barat Vasko Ruseimy, serta Wali Kota Pariaman Yota Balad dan Wakil Wali Kota Mulyadi.
Rano Karno menegaskan, Jakarta sangat bergantung pada pasokan pangan dari daerah, sehingga kerja sama dengan daerah penghasil menjadi kebutuhan strategis.
“Ini merupakan kunjungan ketiga saya ke Sumatera Barat. Saya datang hari ini untuk menyaksikan MoU antara Food Station Jakarta dengan Rice Mile dari kelompok tani yang ada di Kota Pariaman. Jakarta tidak punya lahan. Jakarta hanya punya fiskal. Jadi Food Station melakukan contract farming dengan beberapa pemerintah daerah untuk memenuhi kebutuhan pangan Jakarta yang potensinya luar biasa. Jakarta sangat memerlukan support dari pemerintah daerah, maka dari itu mungkin bisa kita lakukan kerja sama karena Kota Pariaman punya hasil tani yang luar biasa. Kerja sama ini bukan sekadar bisnis, tapi tentang menjaga kedaulatan pangan antardaerah,” ujarnya.
Ia juga menyebutkan, saat ini kerja sama masih difokuskan pada komoditas beras, namun ke depan terbuka peluang pengembangan pada sektor lain seperti peternakan.
“Silakan nanti kita bersama menjalankan kerja sama ini. Kita fikirkan apa yang Jakarta butuhkan, semoga Kota Pariaman mampu memenuhinya. Seperti saat ini, kita mengimpor sapi dari Australia setiap periode hampir 15.000 ekor. Nah kalau memang di sini mungkin bisa budidaya, kenapa tidak kita bisa lakukan itu,” tambahnya.
Wakil Gubernur Sumatera Barat Vasko Ruseimy mengapresiasi kerja sama tersebut dan menilai kolaborasi lintas daerah ini menjadi langkah strategis dalam mendorong ekonomi kerakyatan.
“Kota Pariaman kerjasamanya sama Kota Jakarta. Luar biasa kan? Jadi, naik satu level, bukan antar bupati, bukan antar wali kota, tapi sama provinsi ibu kota negara dan ini sangat luar biasa untuk Wali Kota Pariaman. Ini adalah sinergi yang konkret. Kita punya komoditas, Jakarta punya pasar. Pertemuan ini adalah jembatan untuk kemajuan ekonomi kerakyatan di Sumbar,” ujarnya.
Ia menambahkan, sektor pertanian Sumatera Barat menunjukkan tren produktivitas yang meningkat, meski luas lahan mengalami penurunan. Produksi gabah dan beras juga mengalami peningkatan.
“Hal ini membuktikan bahwa upaya transformasi yang kita dorong melalui benih unggul, mekanisasi, dan perbaikan manajemen mulai memberikan hasil yang nyata. Namun demikian capaian ini bukanlah titik akhir ke depan. Kita tidak bisa lagi hanya berbicara tentang berapa banyak yang kita hasilkan. Di sinilah pentingnya kolaborasi seperti yang kita lakukan hari ini,” tambahnya.
Wali Kota Pariaman Yota Balad menyatakan, kerja sama ini diharapkan mampu memberikan kepastian pasar bagi petani sekaligus memperkuat rantai distribusi hasil pertanian.
“Kami percaya bahwa di era sekarang, kemajuan sebuah daerah tidak bisa dicapai sendirian. Kita harus berkolaborasi. Collaborative governance adalah kunci. Dengan penandatanganan MoU ini, kami ingin petani di Pariaman tidak lagi bingung memasarkan hasilnya. Dengan PT Food Station sebagai penyerap (offtaker), standarisasi dan kualitas produk kita akan meningkat ke level nasional,” ungkapnya.
Berdasarkan data Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kota Pariaman tahun 2025, dari luas wilayah 6.497 hektare, sekitar 1.627 hektare merupakan lahan sawah dengan produksi padi mencapai 21.474,9 ton. Produktivitas padi tercatat sebesar 5,50 ton per hektare dengan indeks pertanaman dua kali dalam setahun. (rn/*/pzv)

















Komentar