Ribuan Hektare Sawah di Pariaman Rusak Akibat Banjir Besar

News55 Dilihat

Pariaman, RANAHNEWS — Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kota Pariaman tidak hanya merendam permukiman, tetapi juga menyebabkan kerusakan serius pada sektor pertanian dan infrastruktur. Usai meninjau langsung kawasan terdampak, Wakil Wali Kota Pariaman, Mulyadi, bersama Sekretaris Daerah Afrizal Azhar, melaporkan bahwa ribuan hektare sawah dan sejumlah ruas jalan penyangga mengalami kerusakan signifikan pada Jumat (28/11/2025).

Berdasarkan peninjauan awal, sekitar 1.200 hektare sawah masyarakat terendam banjir. Kerusakan itu terlihat di Desa Durian Gadang Tungka Selatan, Pakotan, Sikapak Barat, Sawah Ulu, dan sejumlah titik lain yang masih dalam proses pendataan.

Dalam keterangannya, Mulyadi menyampaikan, “Data awal berdasarkan kunjungan langsung ke lapangan tadi sekitar 1.200 hektare sawah masyarakat terdampak. Jumlah ini diperkirakan lebih banyak lagi dan kami masih melakukan pendataan.”

Selain merusak lahan pertanian, banjir juga memutus akses sejumlah jalan penyangga di Padusunan, Cubadak Aia, Nareh Hilia, dan titik lainnya. Kondisi tersebut memperburuk distribusi bantuan sekaligus memperlambat mobilitas warga.

Mulyadi menambahkan bahwa jumlah warga terdampak juga diperkirakan melebihi data awal. Ia menyebutkan bahwa informasi yang diterima sebelumnya menyebutkan sekitar 1.200 warga, namun hasil pengecekan lapangan menunjukkan jumlahnya jauh lebih besar dan masih bertambah seiring berjalannya pendataan.

“Untuk data warga dan total kerugian, kami terus melakukan pembaruan sesuai laporan yang masuk,” ujarnya.

Di tengah pendataan kerusakan, Pemko Pariaman memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi. Setiap harinya, dapur umum menyiapkan hingga 3.000 paket makanan yang didistribusikan langsung ke warga terdampak, termasuk para pengungsi yang masih berada di beberapa masjid karena rumah mereka belum sepenuhnya surut.

Selain itu, layanan kesehatan juga diperkuat di lokasi pengungsian. Menurut Mulyadi, beberapa pengungsi, terutama anak-anak dan lansia, mengalami demam, namun telah mendapatkan penanganan dari tim medis.

Pada kesempatan yang sama, Mulyadi turut mengevakuasi dua keluarga di Kampung Apa, Pariaman, setelah rumah mereka mulai tergerus aliran sungai. Kedua keluarga itu telah dipindahkan ke tempat yang lebih aman. (rn/*/pzv)

Komentar