Fadly Amran Paparkan Penguatan Kerukunan di Rakornas FKUB

Nasional40 Dilihat

Padang, RANAHNEWS.com — Wali Kota Padang Fadly Amran menjadi narasumber dalam Rapat Koordinasi Nasional Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) yang digelar secara virtual, Rabu (4/2/2026), dengan menekankan pentingnya sinergi pemerintah dan FKUB dalam menjaga persatuan bangsa serta harmoni sosial. Kegiatan tersebut diikuti dari Gedung Putih Rumah Dinas Wali Kota Padang melalui Zoom Meeting.

Rakornas FKUB mengangkat tema “Sinergi Pemerintah dan FKUB Guna Memperkuat Persatuan Bangsa dan Harmoni Sosial” dan menjadi forum strategis bagi pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta FKUB se-Indonesia untuk memperkuat kerja sama dalam masyarakat yang majemuk.

Dalam paparannya, Fadly Amran menegaskan bahwa kerukunan umat beragama merupakan pilar penting dalam pembangunan Kota Padang. Ia menyampaikan bahwa Padang tumbuh sebagai kota multikultural yang keberagamannya terjalin secara historis dan kultural.

“Keberagaman di Kota Padang terjalin secara historis dan kultural. Istilah Urang Padang Jalan Barampek mencerminkan kolaborasi empat etnis besar yaitu Minang, Nias, Tionghoa, dan India yang hidup berdampingan dan bergotong royong membangun kota,” ujarnya.

Ia menjelaskan, wajah multikultural Kota Padang telah terbentuk sejak abad ke-17 sebagai kota pelabuhan. Berbagai etnis dan pemeluk agama datang, berinteraksi, serta berbaur secara harmonis dalam kehidupan sosial, budaya, dan ekonomi masyarakat.

Fadly Amran juga memaparkan praktik konkret penguatan kerukunan yang dilakukan Pemerintah Kota Padang bersama FKUB, antara lain peninjauan pelaksanaan ibadah lintas agama, pernyataan sikap bersama menyambut bulan suci Ramadan, aksi sosial lintas suku dan agama, serta pembinaan kerohanian bagi pelajar dari berbagai latar belakang keagamaan.

Dalam forum tersebut, ia turut menyampaikan pengalaman penanganan konflik sosial di Kelurahan Padang Sarai, Kecamatan Koto Tangah. Konflik tersebut berhasil diselesaikan melalui pendekatan dialogis dan musyawarah dengan melibatkan tokoh masyarakat, tokoh agama, FKUB, serta unsur Forkopimda.

“Kecepatan respons pemerintah daerah, dukungan tokoh agama, serta partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci dalam meredam konflik dan membangun kembali harmoni sosial,” kata Fadly Amran. (rn/*/pzv)

Komentar